Business Plan Blog

Arfahhusaifah.com

Tag Archives: penulis buku

Tentang Subyektif dan Obyektif

Mc.Luhan, penulis buku Understanding Media: The Extensive of Man, menyebutkan bahwa media massa adalah perpanjangan alat indera kita. Yup, dengan media massa kita memperoleh informasi tentang benda, orang atau tempat yang belum pernah kita lihat atau belum pernah kita kunjungi secara langsung. Realitas yang ditampilkan media massa adalah realitas yang sudah diseleksi. Televisi memilih tokoh-tokoh tertentu untuk ditampilkan dan mengesampingkan tokoh yang lainnya. Surat kabar pun, melalui proses yang disebut “gatekeeping” lebih banyak menyajikan berbagai berita tentang “darah dan dada” (blood and breast) dari pada tentang contoh dan teladan. Itu sebabnya, kita nggak bisa, atau bahkan nggak sempat untuk mengecek peristiwa-peristiwa yang disajikan media. Boleh dibilang, kita cenderung memperoleh informasi tersebut semata-mata berdasarkan pada apa yang dilaporkan media massa.Itu sebabnya, dalam dunia tulis-menulis–apalagi jurnalistik–seringkali teori nggak sama dengan pratiknya. Dalam menulis berita, apalagi itu adalah media asing yang punya kepentingan menyudutkan Islam, seringkali berita berubah jadi opini. Hampir semua berita yang disajikan sudah diseleksi dulu sebelum tayang untuk pembaca. Seluruh isi berita diedit oleh pihak berwenang sebuah penerbitan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dari penerbitan tersebut. Jadi, akhirnya memang nggak ada yang obyektif jika itu berkaitan dengan ideologi tertentu. ... more→

Tentang Subyektif dan Obyektif

Mc.Luhan, penulis buku Understanding Media: The Extensive of Man, menyebutkan bahwa media massa adalah perpanjangan alat indera kita. Yup, dengan media massa kita memperoleh informasi tentang benda, orang atau tempat yang belum pernah kita lihat atau belum pernah kita kunjungi secara langsung. Realitas yang ditampilkan media massa adalah realitas yang sudah diseleksi. Televisi memilih tokoh-tokoh tertentu untuk ditampilkan dan mengesampingkan tokoh yang lainnya. Surat kabar pun, melalui proses yang disebut “gatekeeping” lebih banyak menyajikan berbagai berita tentang “darah dan dada” (blood and breast) dari pada tentang contoh dan teladan. Itu sebabnya, kita nggak bisa, atau bahkan nggak sempat untuk mengecek peristiwa-peristiwa yang disajikan media. Boleh dibilang, kita cenderung memperoleh informasi tersebut semata-mata berdasarkan pada apa yang dilaporkan media massa.Itu sebabnya, dalam dunia tulis-menulis–apalagi jurnalistik–seringkali teori nggak sama dengan pratiknya. Dalam menulis berita, apalagi itu adalah media asing yang punya kepentingan menyudutkan Islam, seringkali berita berubah jadi opini. Hampir semua berita yang disajikan sudah diseleksi dulu sebelum tayang untuk pembaca. Seluruh isi berita diedit oleh pihak berwenang sebuah penerbitan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dari penerbitan tersebut. Jadi, akhirnya memang nggak ada yang obyektif jika itu berkaitan dengan ideologi tertentu. ... more→

Temukan Hal Yang Menggairahkan Anda Untuk Menulis

Gairah menulis perlu terus dipompa. Proses kreatif tidak boleh berhenti. Karenanya dibutuhkan kembali kehadiran perangkat-perangkat untuk penyemangat dalam menulis. Sudah lama The Liang Gie memaparkan temuanya bahwa, ada enam nilai manfaat yang diperoleh para penulis, yaitu: nilai kecerdasan, nilai kependidikan, nilai kejiwaan, nilai kemasyarakatan, nilai keuangan, dan nilai kefilsafatan. Karena itu, dalam artikel kali ini, saya ingin berbagi dengan Anda, beberapa hal yang diharapkan mampu menggairahkan Anda untuk menulis dan terus menulis. * Membaca Mahakarya Penulis Dunia Heinrich Boll pernah mengatakan, "Dibelakang tiap kata berdiri ... more→

Recent Search Terms

langkah-langkah meresensi, contoh wawancara dengan narasumber, contoh penulisan hasil wawancara, contoh wawancara, penulisan daftar pustaka sistem vancouver, contoh wawancara dengan pedagang, buku bahasa tntang wawancar pedagang, pertanyaan wawancara pedagang, contoh mewawancarai narasumber, apa yang di maksud dengan news dalam dunia televisi, unsur menulis wawancara, cerpen menabung, contoh artikel yang memuat sejarah sebagai peristiwa, apa itu teras berita, contoh cerpen pengalaman orang lain, contoh isi wawancara di berita, contoh topik wawancara, hasil wawancara dengan narasumber, penulisan yang benar nama gelar sarjana ekonomi, cara menulis tentang inspirasi diri sendiri, cara membuat hasil wawancara, Pertanyaan wawancara tentang cara belajar yang baik, contoh hasil wawancara langsung dengan narasumber, menulis surat untuk orang, hasil wawancara dengan pedagang sukses, home equity rates, apa yang di maksud nara sumber ?, Teknik Penulisan Jurnal Ilmu Sosial, contoh wawancara berita terkini, pertanyaan wawancara kepada narasumber, kamus kosakata baru bahasa indonesia, cara menulis film, data subjektif dan objektif, Cara menggunakan tanda baca EYD, langkah resensi film, pertanyaan wawancara tentang pergaulan, OBJEKTIF RESENSI BUKU, tips menulis resensi film, wawancara narasumber dgn host, ilmiah vancouver, contoh menulis berita, penulisa se sesuai EYD, perbedaan objektif dan subjektif, ejaan yang disempurnakan tentang nama instansi pemerintah, tips memperkaya kosa kata, cerita bencana, credit card need, cara mengkopi artikel ke blog, isi buku saku, contoh biografi diri