Business Plan Blog

Arfahhusaifah.com

Tag Archives: Oya

Hindari ‘Kalimat Raksasa’

Keasyikan kita membaca bisa disebabkan salah satunya dari kalimat yang mudah dimengerti. Untuk bisa membuat orang cepet ngerti, kita harus memberikan trik khusus. Salah satunya adalah jangan pernah membuat ‘kalimat raksasa’. Bayangkan, kalo dalam satu paragraf ukuran sedang (sekitar lima baris tulisan dalam kertas ukuran kuarto) hanya terdiri dari satu kalimat, itu sama saja menyuruh pembaca untuk kolaps. Walah, betapa ‘raksasanya’ kalimat itu. Jangankan orang lain yang baca, kita sendiri mungkin akan capek melahapnya. Kalimat seperti itu dijamin bikin manyun yang baca. Bagi penulis pemula, selalu muncul kesulitan menyampaikan maksud. Itu sebabnya, hampir semua keinginan ditulis dalam satu kalimat. Celakanya, jadi nggak bisa mengontrol panjang-pendeknya kalimat. Meskipun dalam kalimat tersebut ada tanda koma, tapi tetap sangat berbahaya. Pembaca akan menganggap bahwa itu harus dibaca dalam satu tarikan napas. Perhatikan kalimat di bawah ini: ... more→

Menulis gaya Populer? Apa Pula Itu?

Kamu tahu istilah populer? Yup, populer artinya ngepop. Ngepop itu dikenal banyak orang. Mudah untuk diingat, karena keunikannya. Dan biasanya yang ngepop sangat mudah untuk dipahami karena sesuai dengan kondisi pengetahuan kebanyakan orang yang membacanya. Pendek kata, tulisan yang menggunakan gaya bahasa populer adalah tulisan yang mengedepankan data-data, istilah, dan bahasa yang biasa digunakan banyak orang pada umumnya. Siapapun orangnya, ketika membaca tulisan jenis ini, akan lebih mudah memahami maksud penulisannya. Artinya pula, dengan gaya bahasa tersebut, jangkauan pembacanya sangat luas, bahkan boleh dibilang nggak terbatas. Betul? Itu sebabnya, tulisan gaya bahasa populer lebih banyak peminatnya ketimbang tulisan ilmiah. Sobat muda, kalo kamu pengen tahu jenis tulisan populer, silakan baca harian umum atau majalah umum. Di sana akan banyak kamu temukan jenis tulisan populer yang biasanya enak dibaca. Sebab, selain menggunakan pendekatan terhadap masalah yang sedang tren, juga menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami semua orang. Silakan baca tulisan di rubrik Opini pada harian umum dan majalah yang beredar di kotamu. Di situ bakal kamu temukan contoh-contoh tulisan populer yang sangat boleh jadi memberi inspirasi dalam tulisanmu. ... more→

Menulis Fiksi, Mengasah Kepekaan

Bang Arswendo Atmowiloto pernah bikin buku yang laris di tahun 80-an, judulnya cukup menghentak: “Mengarang Itu Gampang”. Bukan saja judulnya yang menarik, tetapi isinya juga mewakili sebagai modal untuk menjadi pengarang jempolan. Menulis fiksi memang asyik. Kita bisa menembus pagar imajinasi kita. Bahkan di sinilah kepekaan itu diasah dengan polesan pilihan kata yang oke punya. Orang sering bilang, bahwa menulis fiksi erat kaitannya dengan dunia sastra yang terkenal sering mengobral kata-kata indah. Nggak ada salahnya sih kita membuat tulisan berjenis ini. Dalam kondisi tertentu justru ini diperlukan untuk membangkitkan kesadaran seseorang dalam tahap awal. Cerpen dan novel remaja bersetting islami sekarang sedang laris di pasaran. Hal itu, selain menunjukkan minat baca yang lumayan tinggi, juga mulai tumbuh kesadaran remaja (sebagai pembaca utama) akan Islam. Sebab, kita nggak menafikan bahwa banyak juga kalangan remaja tertentu yang justru tersentuh dengan Islam lewat sebuah cerpen atau novel islami. Itu sebabnya, perkembangan larisnya novel dan cerpen islami menjadi sebuah fenomena yang perlu dipertahankan dan terus dikembangkan. Tentu, ini untuk menunjang langkah syiar Islam bagi kalangan tertentu. ... more→

Mari Menulis Biografi

Menulis biografi seperti kita mencveritakan tentang riwayat hidup. Bisa diri sendiri (otobiografi), bisa juga kita menuliskan untuk orang lain. Jadi penulis biografi nggak sulit kok. Ini hanya semacam komoditi dari menulis, seperti halnya puisi, cerpen, novel, atau juga artikel. Semua itu hanya jenis komoditi yang bisa kita jual kepada pembaca. Meski hampir sama dalam teknik dasar penulisannya, saya akan memberikan tip khusus yang berkaitan dengan menulis biografi (termasuk di dalamnya otobiografi). Karena biografi memuat semacam kisah hidup seseorang, maka tentunya bahan yang digunakan semuanya berasal dari ucapan, pikiran, dan tindakan orang tersebut. Boleh dibilang biografi ini memawakili siapa sosok yang ditulis tersebut. Kita bisa mengenal lebih dekat tokoh yang ditulis biografinya. Apalagi orang tersebut adalah orbek macam Ir. Soekarno, Mohammad Hatta dan kawan-kawannya. Tokoh Islam lainnya juga bisa kita buat seperti kisah hidup Abu Bakkar as-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Usma bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Umar bin Abdul Aziz dan seterusnya. Ada banyak. Mungkin puluhan ribu tokoh Islam yag bisa ditulis kembali biografinya. ... more→

Menulis Resensi, Belajar Mengkritisi

Kata orang, jadi tukang kritik itu menyebalkan. Belum lagi kalo cuma “omdo”. Tahu kan yang saya maksud? He..he.. iya, maksudnya omong doang. Hmm… kalo itu yang dimaksud, memang menyebalkan ya? Sebab, kalo bisanya cuma menyalahkan tapi nggak bisa berargumentasi, cocok diberi gelar “omdo”. Kenneth Taylor pernah bilang bahwa seorang kritikus itu, seperti seseorang yang tahu jalan tapi tidak pandai mengemudikan mobil. Nah lho. Padahal, nggak selalu kan ya? Justru menjadi kritikus itu adalah untuk memberi point plus-minus kepada sesuatu berdasarkan pengamatan dan penilaian yang bisa dipertanggung-jawabkan. Betul? Sobat muda muslim, kalo ingin belajar melihat buku dengan objektif, dan kita ingin menjelaskan kepada orang lain tentang isi buku tersebut, cocok banget kalo kita belajar meresensi buku. Resensi? Apaan tuh? ... more→

Antara Menulis dan Berbicara

Menulis berbeda dengan berbicara. Menulis setidaknya membutuhkan keterampilan khusus yang harus dipelajari dan senantiasa dilatih. Sementara berbicara mungkin cuma butuh pembiasaan saja. Indera yang dibutuhkan ketika belajar berbicara terdiri dari mata, telinga, dan lidah. Mata untuk melihat gerakan yang dilakukan orang yang akan kita contoh untuk bicara, terutama melihat gerakan mulut dan mimik muka. Telinga untuk mendengar kata yang diucapkan, dan lidah berusaha untuk mengikutinya dengan kata yang kita upayakan untuk dikeluarkan. Itu sebabnya, anak kecil yang sehat dan normal (matanya dapat melihat, telinganya dapat mendengar, dan lidahnya bisa digerakkan untuk berkata) maka umumnya akan dengan mudah mengikuti. Itu memerlukan pembiasaan sembari mengasah kemampuan dan reflek tiga indera tadi. Jadi, anak kecil yang ingin belajar bicara tak memerlukan belajar huruf-huruf terlebih dahulu, tak butuh juga dengan seabrek teori menulis, dan bagaimana merangkai kata yang baik. Ia, akan dengan spontan mengikuti setiap huruf yang diucapkan orang lain (entah ibunya, ayahnya, kakaknya, atau temannya dll). Mereka (termasuk kita) bisa belajar bicara tanpa keterampilan yang rumit. Mengalir apa adanya. ... more→

Recent Search Terms

contoh judul film pendidikan dan naskahnya, CARA SUKSES BELAJAR DAN BERPRESTASI, langkah-langkah meresensi, contoh wawancara dengan narasumber, contoh penulisan hasil wawancara, contoh wawancara, penulisan daftar pustaka sistem vancouver, contoh wawancara dengan pedagang, buku bahasa tntang wawancar pedagang, pertanyaan wawancara pedagang, contoh mewawancarai narasumber, apa yang di maksud dengan news dalam dunia televisi, unsur menulis wawancara, cerpen menabung, contoh artikel yang memuat sejarah sebagai peristiwa, apa itu teras berita, contoh cerpen pengalaman orang lain, contoh isi wawancara di berita, contoh topik wawancara, hasil wawancara dengan narasumber, penulisan yang benar nama gelar sarjana ekonomi, cara menulis tentang inspirasi diri sendiri, cara membuat hasil wawancara, Pertanyaan wawancara tentang cara belajar yang baik, contoh hasil wawancara langsung dengan narasumber, menulis surat untuk orang, hasil wawancara dengan pedagang sukses, home equity rates, apa yang di maksud nara sumber ?, Teknik Penulisan Jurnal Ilmu Sosial, contoh wawancara berita terkini, pertanyaan wawancara kepada narasumber, kamus kosakata baru bahasa indonesia, cara menulis film, data subjektif dan objektif, Cara menggunakan tanda baca EYD, langkah resensi film, pertanyaan wawancara tentang pergaulan, OBJEKTIF RESENSI BUKU, tips menulis resensi film, wawancara narasumber dgn host, ilmiah vancouver, contoh menulis berita, penulisa se sesuai EYD, perbedaan objektif dan subjektif, ejaan yang disempurnakan tentang nama instansi pemerintah, tips memperkaya kosa kata, cerita bencana, credit card need, cara mengkopi artikel ke blog