<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Business Plan &#187; O. Solihin</title>
	<atom:link href="http://arfahhusaifah.com/tag/o-solihin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arfahhusaifah.com</link>
	<description>Arfahhusaifah.com</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Sep 2010 11:07:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Bikin deh Buku Harian</title>
		<link>http://arfahhusaifah.com/2010/02/bikin-deh-buku-harian/</link>
		<comments>http://arfahhusaifah.com/2010/02/bikin-deh-buku-harian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 22:46:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cutlem2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis Online]]></category>
		<category><![CDATA[Amsterdam]]></category>
		<category><![CDATA[Anne Frank]]></category>
		<category><![CDATA[bisa]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[buku buku]]></category>
		<category><![CDATA[Di]]></category>
		<category><![CDATA[harian]]></category>
		<category><![CDATA[huruf kapital]]></category>
		<category><![CDATA[Karena]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi penulis]]></category>
		<category><![CDATA[O. Solihin]]></category>
		<category><![CDATA[tanda baca]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arfahhusaifah.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Setelah banyak membaca, setelah banyak tahu segala hal, biasanya muncul rasa ingin menumpahkan seluruhnya lewat tulisan. “Bagaimana caranya? Saya kan belum menguasai teknis menulis?” Mungkin itu pertanyaan umum bagi teman-teman yang mau menulis tapi bingung gimana caranya. Pak Kuntowijoyo pernah ngasih bocoran, bahwa kalo pengen jadi penulis, mulailah menulis, menulis, dan menulis. Itu artinya, ya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah banyak membaca, setelah banyak tahu segala hal, biasanya muncul rasa ingin menumpahkan seluruhnya lewat tulisan. “Bagaimana caranya? Saya kan belum menguasai teknis menulis?” Mungkin itu pertanyaan umum bagi teman-teman yang mau menulis tapi bingung gimana caranya. Pak Kuntowijoyo pernah ngasih bocoran, bahwa kalo pengen jadi penulis, mulailah menulis, menulis, dan menulis.</p>
<p>Itu artinya, ya tuliskan saja apa yang kamu mau. Tuangkan saja apa yang ada dalam benakmu. Jangan perhatikan dulu EYD dan segala macam aturan menulis. Bukankah ketika kita kecil langsung bisa bicara, padahal tidak mengetahui aturan yang baik. Bagaimana cara bicara yang baik dan sopan. Itu membuktikan jangan melihat dulu aturan yang ada dalam tataaturan teknik penulisan. Jadi, tulislah sesukamu. Tapi harap diingat, jangan asal jor-joran aja nulis. Kalo kamu udah bisa, EYD tentu diperhatikan dong. Utamanya dalam penulisan huruf kapital dan tanda baca.<span id="more-262"></span></p>
<p>Mungkin bisa dicoba dengan bikin buku harian. Di buku itu, kamu bisa menulis apapun tentang perasaan hatimu. Tumpahkan seluruhnya. Entah sedih, kecewa, senang, gembira, juga tentang cinta. Satu kalimat atau dua kalimat saja sehari. Nggak perlu banyak-banyak. Dalam setahun, jadi banyak juga kan?</p>
<p>Banyak gadis jadi kesohor karena buku-buku harian mereka. Misalnya Kartini dari Jepara, dan Anne Frank di Amsterdam. Buku harian kedua gadis itu membuka mata dunia, bahwa hidup terlalu berharga untuk lewat dalam pikiran. Buku harian, sanggup merekam secara jujur perasaan penulisnya. Dengan menulis buku harian, kita bisa melatih kepekaan dalam menggunakan pilihan kata yang bisa kita tuliskan.</p>
<p>Coba deh, untuk menjadi penulis, mungkin resep ini bisa dicoba bagi para pemula. Nggak susah kok. Cukup beli buku harian yang kecil saja. Lalu, tiap hari kamu rajin mengisinya. Terutama hal yang sangat berkesan dalam hidup kamu di hari itu. Tuliskan saja apa adanya. Jangan perhatikan dulu EYD. Suatu saat nanti, jika kita sudah terbiasa menulis, akan kita dapatkan sendiri gimana cara menulis yang baik dan benar.</p>
<p>Waktu SMP dulu, saya juga punya buku harian. Memang malu kalo dibaca orang. Karena kadang-kadang saya menulis tentang pengalaman saya. Yang baik, maupun yang buruk. Waktu itu, saya memang nggak setiap hari menulis di buku harian. Kadang-kadang saja. Utamanya kejadian yang amat berkesan. Tapi, suatu saat ketika membuka-buka kembali buku tersebut kenangan bisa kita rangkai lagi. Bahkan bukan mustahil untuk menuliskannya dalam sebuah cerpen yang lebih baik dari yang ditulis di buku harian. Benar. Bermanfaat sekali, lho.</p>
<p>Jadi, jangan malu-malu untuk punya buku harian. Memang anak puteri yang rajin menumpakan perasaannya di buku harian, tapi anak putera juga ada lho. Mungkin salah satunya saya (he..he..he.. nggak nyombong lho..). Tapi parahnya, sejak bisa nulis, saya jadi jarang nulis buku harian lain. Sekarang malah nggak punya. Pengen juga sih aktif lagi menulis di buku harian, siapa tahu 1 atau 2 tahun ke depan bisa bikin cerita. Bagus juga ya?</p>
<p>Soalnya, kata Bang Eka Budianta, seorang penulis terkenal itu, menyebutkan bahwa menulis buku harian, bukan berarti bunuh diri. Justru dengan menulis, kita membangun kepribadian, mengasah keterampilan menulis dan melatih kepekaan kepada kata-kata. Yuk kita coba. <em>[Sumber: Buku "Menjadi Penulis Hebat"]</em><strong>.</strong></p>
<!-- Social Bookmarks BEGIN -->
<div class="social_bookmark">
<a title="Click me to see the sites." href="#" onclick="$$('div.d262').each( function(e) { e.visualEffect('slide_down',{duration:2.5}) }); return false;"><strong><em>Bookmark It</em></strong></a>
<br />
<div class="d262" style="overflow:hidden">
<br />
<a onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes,menubar=no,height=600,width=750,resizable=yes,toolbar=no,location=no,status=no'); return false;" href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Farfahhusaifah.com%2F2010%2F02%2Fbikin-deh-buku-harian%2F" rel="nofollow" title="Add to&nbsp;Facebook"><img class="social_img" src="http://arfahhusaifah.com/wp-content/plugins/social-bookmarks/images/facebook.png" title="Add to&nbsp;Facebook" alt="Add to&nbsp;Facebook" /></a>
<br />
<br />
<a style="font-size:90%;text-align: right; " title="Click me to hide the sites." href="#" onclick="$$('div.d262').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); return false;">Hide Sites</a>
</div>
</div>
<!-- Social Bookmarks END -->
<script type="text/javascript">$$('div.d262').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); </script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arfahhusaifah.com/2010/02/bikin-deh-buku-harian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Kerangka Tulisan</title>
		<link>http://arfahhusaifah.com/2010/02/membuat-kerangka-tulisan/</link>
		<comments>http://arfahhusaifah.com/2010/02/membuat-kerangka-tulisan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 22:54:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cutlem2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis Online]]></category>
		<category><![CDATA[Ada]]></category>
		<category><![CDATA[asal usul valentine]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[Di]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kata]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kosa kata]]></category>
		<category><![CDATA[Maka]]></category>
		<category><![CDATA[O. Solihin]]></category>
		<category><![CDATA[pandangan islam]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[valentine s day]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arfahhusaifah.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Perlu lho membuat kerangka tulisan. Dalam bahasa kerennya, kamu perlu bikin outline. Alasannya, kerangka tulisan berguna untuk membatasi apa yang kudu kita tulis. Ibarat Pak Tani yang akan menggarap sawah, ia kudu menentukan batas garapannya. Supaya nggak melebar kemana-mana, apalagi sampe ngambil jatah orang. Di sekolah, guru bahasa Indonesia yang paling ‘cerewet’ supaya kita bikin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perlu lho membuat kerangka tulisan. Dalam bahasa kerennya, kamu perlu bikin <em>outline</em>. Alasannya, kerangka tulisan berguna untuk membatasi apa yang kudu kita tulis. Ibarat Pak Tani yang akan menggarap sawah, ia kudu menentukan batas garapannya. Supaya nggak melebar kemana-mana, apalagi sampe ngambil jatah orang. Di sekolah, guru bahasa Indonesia yang paling ‘cerewet’ supaya kita bikin kerangka tulisan, saat akan membuat tulisan. Ada baiknya memang. Kita jadi terlatih.</p>
<p>Dengan membuat kerangka tulisan, kita akan mudah untuk menentukan maksud dan arah tulisan. Bahkan kita juga bisa berhemat dengan kata-kata, termasuk pandai memilih kosa kata yang pas untuk alur tulisan kita. Itu sebabnya, bagi kamu yang baru pertama kali belajar menulis, membuat kerangka tulisan menjadi semacam ‘kewajiban’. Maklumlah, orang baru kan perlu dituntun. Tul nggak?<span id="more-256"></span></p>
<p>Bagaimana cara membuat kerangka tulisan? Sobat, kerangka tulisan sama artinya dengan menentukan apa saja topik yang akan kita bahas. Jadi semacam tahapan pembahasan. Harapannya, orang yang baca jadi mudah paham dengan apa yang kita maksud dalam tulisan kita buat. Jelas alurnya. Misalnya, kalo kamu mau bikin tulisan tentang Valentine’s Day, maka bisa saja outline yang kamu susun seperti ini:</p>
<ol type="1">
<li>Arti Velentine’s Day</li>
<li>Asal-usul Valentine’s Day</li>
<li>Fakta saat ini</li>
<li>Siapa yang merayakan?</li>
<li>Pandangan Islam tentang perayaan      tersebut</li>
</ol>
<p>Wah, dengan model kerangka tulisan (outline) seperti ini kamu bisa mengembangkan jadi tulisan yang panjang. Mungkin kalo tujuannya untuk ditempel di mading, paling nggak kamu bisa menuliskannya sebanyak 2 atau 3 lembar kertas kuarto (dengan tulisan yang bisa dibaca dari jarak 1 meter). Kalo tujuannya untuk dimuat di buletin sekolah, bisa kamu kembangkan hingga 4 halaman kuarto (dengan huruf lebih kecil). Pokoknya, seru deh.</p>
<p>Bahkan sangat boleh jadi, tema yang sama akan bisa dibuat outline yang berbeda. Bergantung kepada sasaran yang hendak dituju. Jadi, kerangka tulisan memang sangat bergantung kepada tujuan dan maksud yang ingin kita sampaikan kepada pembaca. Dan itu memang memungkinkan. Silakan diutak-atik deh. Sebab, yang terpenting dalam kerangka tulisan adalah bagaimana kita bisa membatasi apa-apa yang akan kita sampaikan. Seperti halnya orang berbicara. Kalo kamu akan bicara tentang fenomena kriminalitas remaja, maka tentunya kamu harus membuat semacam kerangka dari apa saja yang akan dibicarakan. Tujuannya jelas, supaya ketika berbicara nggak melebar ke mana-mana. Paham kan?</p>
<p>Tulisan tentang apa saja bisa dibuatkan kerangka tulisannya. Kalo kamu hobi bercocok tanam, kamu bisa bikin kerangka tulisan sebanyak-banyak tentang tomat, sawo, jeruk, jagung, apel dan lain sebagainya. Banyak orang suka dengan hal-hal praktis. Itu sebabnya, kamu bisa bikin teknik menanam sawo, cara hemat menanam tomat dsb. Jadi, nggak ada alasan untuk malas membuat tulisan, termasuk membuat kerangka tulisannya.</p>
<p>Saya sendiri kalo mau menulis, kudu membuat kerangka tulisannya. Waktu awal-awal pengen bisa menulis, saya selalu menuliskan kerangka tulisan dalam sebuah kertas. Nah, karena menulis itu adalah keterampilan, biasanya kalo terus melakukan, akan terlatih juga. Maka, seterusnya kerangka tulisan biasanya cukup disimpan dalam otak. Nanti jalan sendiri. Ini pernah saya rasakan. Kata pepatah, “Bisa karena biasa” bener juga adanya.</p>
<p>Intinya, kerangka tulisan itu perlu dibuat, terutama bagi kamu yang ingin ‘selamat’ dalam menulis. Supaya nggak melebar ke mana-mana. Kerangka tulisan ibarat kompas, yang akan menuntun kita kepada arah tulisan yang kita maksud. Bahkan kerangka tulisan bisa jadi ‘korektor’. Misalnya kita udah buat tulisan, tapi ternyata setelah kita baca hasilnya, tulisan tersebut malah melebar. Nah, itu akan membuat kita merapikan kembali tulisan yang udah dibuat. Biar oke kalo dibaca orang.</p>
<p>Sekarang, jangan bengong aja. Coba buat kerangka tulisan sebanyak-banyaknya. Kelak akan menolong kamu dalam menulis. Siapa tahu kan? Oke deh, jangan lupa dengan 5 tips sebelumnya dalam “Menulis Itu Menyenangkan”. Coba ya…<em>[Sumber: Buku "Menjadi Penulis Hebat"]</em></p>
<!-- Social Bookmarks BEGIN -->
<div class="social_bookmark">
<a title="Click me to see the sites." href="#" onclick="$$('div.d256').each( function(e) { e.visualEffect('slide_down',{duration:2.5}) }); return false;"><strong><em>Bookmark It</em></strong></a>
<br />
<div class="d256" style="overflow:hidden">
<br />
<a onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes,menubar=no,height=600,width=750,resizable=yes,toolbar=no,location=no,status=no'); return false;" href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Farfahhusaifah.com%2F2010%2F02%2Fmembuat-kerangka-tulisan%2F" rel="nofollow" title="Add to&nbsp;Facebook"><img class="social_img" src="http://arfahhusaifah.com/wp-content/plugins/social-bookmarks/images/facebook.png" title="Add to&nbsp;Facebook" alt="Add to&nbsp;Facebook" /></a>
<br />
<br />
<a style="font-size:90%;text-align: right; " title="Click me to hide the sites." href="#" onclick="$$('div.d256').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); return false;">Hide Sites</a>
</div>
</div>
<!-- Social Bookmarks END -->
<script type="text/javascript">$$('div.d256').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); </script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arfahhusaifah.com/2010/02/membuat-kerangka-tulisan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hindari ‘Kalimat Raksasa’</title>
		<link>http://arfahhusaifah.com/2010/02/hindari-%e2%80%98kalimat-raksasa%e2%80%99/</link>
		<comments>http://arfahhusaifah.com/2010/02/hindari-%e2%80%98kalimat-raksasa%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 22:46:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cutlem2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis Online]]></category>
		<category><![CDATA[Ada]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[hari kasih sayang]]></category>
		<category><![CDATA[jitu]]></category>
		<category><![CDATA[kaget]]></category>
		<category><![CDATA[kalimat]]></category>
		<category><![CDATA[kata]]></category>
		<category><![CDATA[Kira]]></category>
		<category><![CDATA[kira kira]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kosa kata]]></category>
		<category><![CDATA[media massa cetak]]></category>
		<category><![CDATA[O. Solihin]]></category>
		<category><![CDATA[Oya]]></category>
		<category><![CDATA[rileks]]></category>
		<category><![CDATA[valentine s day]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arfahhusaifah.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Keasyikan kita membaca bisa disebabkan salah satunya dari kalimat yang mudah dimengerti. Untuk bisa membuat orang cepet ngerti, kita harus memberikan trik khusus. Salah satunya adalah jangan pernah membuat ‘kalimat raksasa’. Bayangkan, kalo dalam satu paragraf ukuran sedang (sekitar lima baris tulisan dalam kertas ukuran kuarto) hanya terdiri dari satu kalimat, itu sama saja menyuruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keasyikan kita membaca bisa disebabkan salah satunya dari kalimat yang mudah dimengerti. Untuk bisa membuat orang cepet ngerti, kita harus memberikan trik khusus. Salah satunya adalah jangan pernah membuat ‘kalimat raksasa’. Bayangkan, kalo dalam satu paragraf ukuran sedang (sekitar lima baris tulisan dalam kertas ukuran kuarto) hanya terdiri dari satu kalimat, itu sama saja menyuruh pembaca untuk <em>kolaps</em>. Walah, betapa ‘raksasanya’ kalimat itu. Jangankan orang lain yang baca, kita sendiri mungkin akan capek melahapnya. Kalimat seperti itu dijamin bikin manyun yang baca.</p>
<p>Bagi penulis pemula, selalu muncul kesulitan menyampaikan maksud. Itu sebabnya, hampir semua keinginan ditulis dalam satu kalimat. Celakanya, jadi nggak bisa mengontrol panjang-pendeknya kalimat. Meskipun dalam kalimat tersebut ada tanda koma, tapi tetap sangat berbahaya. Pembaca akan menganggap bahwa itu harus dibaca dalam satu tarikan napas. Perhatikan kalimat di bawah ini:<span id="more-251"></span></p>
<p><em>“Ada anggapan bahwa Valentine’s Day adalah hari kasih sayang yang full of love dan diperingati remaja sedunia setiap tahunnya dengan penuh suka-cita yang menggelora dalam gejolak jiwa muda yang penuh warna.”</em></p>
<p>Kira-kira gimana bacanya? Capek bukan? Sekarang bandingan dengan contoh di bawah ini, setelah kalimat itu dipermak jadi lebih irit:</p>
<p><em>“Valentine’s Day sering dianggap sebagai hari kasih sayang. Pestanya dimeriahkan remaja di seluruh dunia. Mereka suka-cita dalam gejolak jiwa muda yang menggelora dan penuh warna.”</em></p>
<p>Lebih rileks kan bacanya? Jadi, pastikan bahwa setiap kalimat yang kita buat tidak bikin capek yang baca. Biasakan dari sekarang. Coba terus dalam latihan kamu. Jangan pernah merasa bosan. Kalo kebetulan kamu menemukan dalam tulisanmu ada ‘kalimat raksasa’. Pahami isinya, lalu buat kalimat sejenis dengan lebih irit kata. Buang kata-kata yang nggak perlu. Utamanya yang maknanya hampir sama. Lebih bagus jika dipecah lagi menjadi beberapa kalimat kecil. Kebiasaan penulis pemula adalah suka membuat kata-kata yang bombastis. Bombastis boleh-boleh saja. Tapi harus memperhatikan ruang untuk kalimat. Supaya tidak sesak dan melelahkan pembaca.</p>
<p>Oya, beberapa orang memang sering dijangkiti ‘penyakit’ susah mengungkapkan sesuatu dengan lebih efisien. Itu adalah kebiasaan kurang baik. Itu sebabnya, kudu diubah dengan jenis kebiasaan baru yang lebih baik. Nah, latihan kamu bisa dicoba sebagaimana seseorang yang belajar untuk bicara lebih efisien. Gunakan kata-kata yang mudah dipahami. Sampaikan pesan dengan singkat. Gunakan kosa kata seperlunya. Sebab, belajar menghindari ‘kalimat raksasa’ sama artinya dengan membiasakan membuat kalimat efektif. Dan itu akan membuat tulisanmu enak dibaca. Nggak bikin orang mengernyitkan dahi. Sebab, panjangnya kalimat, meski ada tanda ‘koma’, tetap akan dipahami oleh pembaca sebagai bacaan dalam satu tarikan napas.</p>
<p>Saya sendiri hampir selalu mengecek ulang kalimat yang saya buat. Jika dirasa panjang, saya potong seperlunya. Kadang membuang beberapa kata yang mengganggu alur kalimat. Intinya, kita harus paham dengan apa yang akan kita sampaikan. Pesan saya, kalo kamu ingin menyampaikan berita, pastikan dengan intonasi yang enak didengar. Nah, kalo kamu ingin menuliskan berita, maka kudu dengan kalimat yang enak dibaca. Salah satunya, dengan membuat kalimat pendek. Pokoknya, hindari membuat ‘kalimat raksasa’! Dijamin kagak bikin bete deh. Cobalah…<em>[Sumber: Buku "Menjadi Penulis Hebat"]</em><strong></strong></p>
<!-- Social Bookmarks BEGIN -->
<div class="social_bookmark">
<a title="Click me to see the sites." href="#" onclick="$$('div.d251').each( function(e) { e.visualEffect('slide_down',{duration:2.5}) }); return false;"><strong><em>Bookmark It</em></strong></a>
<br />
<div class="d251" style="overflow:hidden">
<br />
<a onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes,menubar=no,height=600,width=750,resizable=yes,toolbar=no,location=no,status=no'); return false;" href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Farfahhusaifah.com%2F2010%2F02%2Fhindari-%25e2%2580%2598kalimat-raksasa%25e2%2580%2599%2F" rel="nofollow" title="Add to&nbsp;Facebook"><img class="social_img" src="http://arfahhusaifah.com/wp-content/plugins/social-bookmarks/images/facebook.png" title="Add to&nbsp;Facebook" alt="Add to&nbsp;Facebook" /></a>
<br />
<br />
<a style="font-size:90%;text-align: right; " title="Click me to hide the sites." href="#" onclick="$$('div.d251').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); return false;">Hide Sites</a>
</div>
</div>
<!-- Social Bookmarks END -->
<script type="text/javascript">$$('div.d251').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); </script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arfahhusaifah.com/2010/02/hindari-%e2%80%98kalimat-raksasa%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buatlah Judul Yang Menarik</title>
		<link>http://arfahhusaifah.com/2010/02/buatlah-judul-yang-menarik/</link>
		<comments>http://arfahhusaifah.com/2010/02/buatlah-judul-yang-menarik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 22:41:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cutlem2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis Online]]></category>
		<category><![CDATA[budaya jawa]]></category>
		<category><![CDATA[buku buku]]></category>
		<category><![CDATA[Candi-Candi]]></category>
		<category><![CDATA[Dan Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Drama]]></category>
		<category><![CDATA[dugem]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[judul]]></category>
		<category><![CDATA[Juli]]></category>
		<category><![CDATA[kamu]]></category>
		<category><![CDATA[kerja keras]]></category>
		<category><![CDATA[Mei]]></category>
		<category><![CDATA[O. Solihin]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Rejeki]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arfahhusaifah.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Pembaca akan mudah tertarik untuk membaca sebuah tulisan, jika judulnya juga menarik. Anggap saja judul itu sebagai pancingan. Itu sebabnya, boleh dibilang membuat judul perlu ‘keterampilan’ khusus. Tapi jangan kaget dulu, kita bisa belajar untuk membuatnya. Hanya perlu waktu dan sedikit kerja keras dan kerja cerdas untuk terus berlatih. Yakin bisa deh. Sebagai latihan awal, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pembaca akan mudah tertarik untuk membaca sebuah tulisan, jika judulnya juga menarik. Anggap saja judul itu sebagai pancingan. Itu sebabnya, boleh dibilang membuat judul perlu ‘keterampilan’ khusus. Tapi jangan kaget dulu, kita bisa belajar untuk membuatnya. Hanya perlu waktu dan sedikit kerja keras dan kerja cerdas untuk terus berlatih. Yakin bisa deh.</p>
<p dir="ltr">Sebagai latihan awal, cobalah kamu sering membaca tulisan orang lain. Kalo kamu mau, coba baca majalah-majalah ibu kota yang oke mengolah kata dalam membuat judul (misalnya TEMPO, GATRA, GAMMA, dan KONTAN). Perhatikan judul-judul tulisannya. Makin banyak kamu membaca judul tulisan-tulisan tersebut, kian terasah imajinasimu untuk membuat judul yang menarik hasil kreasimu. Terus terang saya juga banyak menggali ide untuk membuat judul dari majalah-majalah tersebut (selain banyak juga dari buku-buku dan majalah lainnya).<span id="more-244"></span></p>
<p dir="ltr">Untuk jenis tulisan yang ngepop, buatlah judul yang pendek. Paling nggak dua sampai empat kata. Jangan sampe panjang kayak rangkaian kereta api (ini mah cocoknya untuk buat skripsi). Sebab, jika judul yang kita buat panjang–padahal tulisan ngepop–membuat orang nggak menarik untuk membacanya. Mungkin akan dilewati aja tulisan kamu itu. Padahal, boleh jadi isinya sangat menarik. Rugi banget kan? Ide kamu jadi terhambat sampai ke pembaca gara-gara judulnya bikin bete. Jangan sampe deh.</p>
<p dir="ltr">Mungkin ini contoh-contoh judul yang menarik buat kamu koleksi. Siapa tahu jadi bahan inspirasi kamu dalam membuat judul: Berebut Kiblat Irama Tabla (gatra.com, 18 Februari 2003), Goyang “Ngebor” Inul Haram (gatra.com, 18 Februari 2003), Goyang Inul, Pasar, dan Pengadilan Budaya (Jawa Pos, 1 Februari 2003), Rahasia Cowok Dugem (Kawanku, No 3. 9-15 Juli 2001), Standard Hidup Generasi MTV (indocampus.com), Membangun Keabadian Intifadah (Gatra, 20 April 2002), Naik Sepur Super Cepat (Permata, edisi 10/Tahun VII, Februari 2003), Kawin Campur Itu Ngawur (Permata, ibidem), Kalau Cinta Jangan Maksiat (Studia, edisi 103/Tahun ke-3, 10 Juni 2002), Uday dan Qusay, Drama Telah Usai, Saatnya Dinar Berbinar, Rapor Merah HAM di AS (islamic diggets INSANI, edisi Mei 2003), Mainan Agresif dari Rahim Televisi (suaramerdeka.com, 27 April 2003), dan masih banyak lagi judul-judul menarik di majalah, koran, tabloid dan buku-buku lainnya. Silakan eksplorasi sendiri. Tapi untuk jenis tulisan berita, boleh jadi kudu ‘lurus’ dan intinya langsung mengarah ke sasaran. Kadang, untuk berita bisa panjang judulnya. Tinggal diutak-atik deh sama kamu. Tapi intinya kudu tetep enak dibaca. Oke?</p>
<p dir="ltr">Judul yang menarik, tidak saja membuat orang penasaran untuk membaca tulisan kamu, tapi juga menunjukkan kelihaian kamu dalam mengolah kata-kata. Asyik banget bukan? Oke deh, mulai sekarang, goreskan penamu atau latih jemarimu dalam menekan tuts-tuts keyboard untuk menghasilkan judul yang menarik. Terus latih, jangan pernah merasa bosan. Saya sendiri, kadang mengubah judul sampe berkali-kali untuk mendapatkan daya tarik untuk tulisan saya. Sebab, judul ibarat tampilan luar yang mudah dilihat orang. Jadi, supaya calon pembaca penasaran, judul yang menarik adalah jaminannya. Coba ya… <em>[Sumber: Buku "Menjadi Penulis Hebat"]</em></p>
<h4>Possibly related posts: (automatically generated)</h4>
<ul>
<li>Related posts on <b>budaya jawa</b></li>
<li><a href="http://sukolaras.wordpress.com/2010/02/22/ira-herlina-keceh/">Ira Herlina #Keceh# «</a></li>
<li><a href="http://sukolaras.wordpress.com/2010/02/22/gendhing-sri-rejeki-simbol-kejayaan/">Gendhing Sri Rejeki simbol kejayaan «</a></li>
<li><a href="http://iwantaufik.blogdetik.com/2010/02/19/shantigriya-sejarah-candi-candi-di-indonesia-2/">SHANTIGRIYA Sejarah Candi-Candi di Indonesia</a></li>
</ul>
<ul>
<li>Related posts on <b>buku buku</b></li>
<li><a href="http://initehblognajosh.wordpress.com/2010/02/21/tips-untuk-menulis-artikel/">Tips Untuk Menulis Artikel « Silahkan Lihat – Lihat, Hahaha</a></li>
<li><a href="http://ypia.or.id/proposal-lomba-%E2%80%9Cceria-meniti-jalan-golongan-yang-selamat%E2%80%9D/">Proposal Lomba “Ceria Meniti Jalan Golongan yang Selamat” « YPIA.OR.ID</a></li>
<li><a href="http://etno06.wordpress.com/2010/02/21/review-musik-dan-perjuangan/">Review: Musik Dan Perjuangan « ETNOMUSIKOLOGI SURAKARTA</a></li>
</ul>
<ul>
<li>Related posts on <b>Drama</b></li>
<li><a href="http://www.celebrity-tabu.com/movie-review-bone-collector1999-a-drama-mystery-thriller-picture-by-jeffery-deaver">Movie Review – Bone Collector(1999) A <b>Drama</b> – Mystery – Thriller <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href="http://datingus.a2k44.biz/dating/eng-subs-dating-on-earth-part-310-dbsk-drama/">[ENG SUBS] Dating on Earth Part 3/10 DBSK <b>Drama</b> | Dating and <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href="http://fashtastic.wordpress.com/2010/02/21/oh-the-drama/">Oh, the <b>drama</b>! « Fashtastic</a></li>
</ul>
<!-- Social Bookmarks BEGIN -->
<div class="social_bookmark">
<a title="Click me to see the sites." href="#" onclick="$$('div.d244').each( function(e) { e.visualEffect('slide_down',{duration:2.5}) }); return false;"><strong><em>Bookmark It</em></strong></a>
<br />
<div class="d244" style="overflow:hidden">
<br />
<a onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes,menubar=no,height=600,width=750,resizable=yes,toolbar=no,location=no,status=no'); return false;" href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Farfahhusaifah.com%2F2010%2F02%2Fbuatlah-judul-yang-menarik%2F" rel="nofollow" title="Add to&nbsp;Facebook"><img class="social_img" src="http://arfahhusaifah.com/wp-content/plugins/social-bookmarks/images/facebook.png" title="Add to&nbsp;Facebook" alt="Add to&nbsp;Facebook" /></a>
<br />
<br />
<a style="font-size:90%;text-align: right; " title="Click me to hide the sites." href="#" onclick="$$('div.d244').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); return false;">Hide Sites</a>
</div>
</div>
<!-- Social Bookmarks END -->
<script type="text/javascript">$$('div.d244').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); </script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arfahhusaifah.com/2010/02/buatlah-judul-yang-menarik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulis Surat? Boleh Juga Tuh</title>
		<link>http://arfahhusaifah.com/2010/02/menulis-surat-boleh-juga-tuh-2/</link>
		<comments>http://arfahhusaifah.com/2010/02/menulis-surat-boleh-juga-tuh-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 22:56:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cutlem2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis Online]]></category>
		<category><![CDATA[adik kakak]]></category>
		<category><![CDATA[ayah ibu]]></category>
		<category><![CDATA[bisa]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[H.B. Jassin]]></category>
		<category><![CDATA[Indira]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Iwan Simatupang]]></category>
		<category><![CDATA[Karena]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[Leila Budiman]]></category>
		<category><![CDATA[lihai]]></category>
		<category><![CDATA[Mariam Jamilah]]></category>
		<category><![CDATA[menulis surat]]></category>
		<category><![CDATA[Nehru]]></category>
		<category><![CDATA[O. Solihin]]></category>
		<category><![CDATA[Roosevelt]]></category>
		<category><![CDATA[surat]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arfahhusaifah.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Menulis surat bukan perkara yang susah, tapi juga nggak begitu mudah. Bergantung kepada kebiasaan kita. Celakanya, memulai kebiasaan baru dan mengubah kebiasaan lama nggak gampang. Kadang malah sulitnya minta ampun. Saat kita terbiasa nyantai, ketika diminta untuk giat, juga perlu adaptasi. Nggak mudah. Begitu juga sebaliknya. Tapi, yakinlah bahwa kita bisa memulai kebiasaan baru. Tentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menulis surat bukan perkara yang susah, tapi juga nggak begitu mudah. Bergantung kepada kebiasaan kita. Celakanya, memulai kebiasaan baru dan mengubah kebiasaan lama nggak gampang. Kadang malah sulitnya minta ampun. Saat kita terbiasa nyantai, ketika diminta untuk giat, juga perlu adaptasi. Nggak mudah. Begitu juga sebaliknya. Tapi, yakinlah bahwa kita bisa memulai kebiasaan baru. Tentu yang baik dong. Coba ya…</p>
<p>Dengan menulis surat, kita belajar untuk mengungkapkan perasaan kita secara penuh lewat tulisan. Kita bisa menggunakan pilihan kata yang pas untuk pembaca. Pembaca itu bisa teman dekat, ayah, ibu, kakek, nenek, adik, kakak, atau malah orang yang asing sekalipun, alias yang belum pernah kita kenal. Surat, adalah cara yang cukup efektif untuk berkomunikasi. Lihai atau tidaknya kita berkomunikasi dengan orang lain, bisa dilihat dari apa yang disampaikan dalam surat itu. Bahasa, pilihan kata, dan bagaimana cara merangkai kata-kata itu menjadi tulisan.<span id="more-260"></span></p>
<p>Tapi, bagaimana cara menulis surat ya? Langsung saja. Nggak usah bingung-bingung. Apa yang ada dalam benak kamu segera tuliskan di kertas putih itu, atau buruan tekan tuts-tuts keyboard komputermu. Nggak ada yang sulit kok. Tapi gimana kalo jelek? Lha, kan namanya juga belajar. Salah-salah dikit, atau mungkin banyak nggak masalah. Bahkan kalo yang belajar langsung bisa, nanti nggak nikmat deh. Nggak seru. Nggak bisa cerita ke teman, gimana suka-dukanya bikin surat. Seperti dalam ungkapan sebuah iklan, “Nggak ada noda, ya nggak belajar”. Jadi, kegagalan adalah awal dari kehancuran, eh, kegagalan adalah awal dari sebuah keberhasilan. He..he..he..</p>
<p>Menulis surat itu mengasyikan lho. Bener. Pengalaman saya waktu kecil seru juga kalo bikin surat. Nggak panjang-panjang. Cukup beberapa kalimat saja. Singkat banget. Waktu itu yang penting bisa menyampaikan pesan. Surat buat teman memang yang paling banyak waktu itu. Nah, pas udah jauh dari orangtua, karena harus melanjutkan sekolah di kota lain, surat yang paling sering saya tulis adalah untuk ortu dan adik, juga untuk teman dekat. Bisa ditebak surat untuk ortu, isi suratnya berkaitan dengan kondisi keuangan. Biasanya kalo udah menipis, pasti deh isi suratnya adalah minta dikirim wesel. Pernah juga minta ortu supaya datang ke kota tempat saya belajar, kalo saya kangen. Asyik lho. Dan, tentunya orang ngerti dengan apa yang kita maksud. Biar klop. Apalagi sekarang, jamannya lewat surat elektronik (e-mail), kiat bisa nulis surat ke banyak orang via mailing list. Mudah dan murah lagi.</p>
<p>Surat yang kita tulis, siapa tahu bisa membantu menyemangati teman kita yang baru patah hati. Siapa tahu juga surat kita bisa menyelamatkan ortu kita dari perceraian. Malah mungkin surat untuk calon pasangan hidup kita. Bener. Kalo kita mau khitbah tapi nggak kuasa diungkapkan langsung dengan kata-kata, atau malu kalo harus nitip lewat teman untuk menyampaikan perasaan hati kita kepada orang yang kita sukai, surat bisa menjadi pilihan paling aman. Saya pernah kok melakukan itu. Saya mengirim surat kepada orang yang sekarang menjadi istri saya. Seru juga lho.</p>
<p>Bang Eka Budianta dalam bukunya <em>Menggebrak Dunia Mengarang</em>, memberikan contoh orang-orang besar yang juga hobi menulis surat. H.B. Jassin misalnya, ia menulis ribuan surat untuk pengarang-pengarang Indonesia. Dengan surat ia membesarkan hati dan memberi semangat kepada penulis di negeri ini. Kumpulan suratnya bisa kamu beli di toko-toko buku terkemuka. H.B. Jassin adalah seorang di antara penulis surat terbaik selain Iwan Simatupang dengan surat-surat politiknya, dan Leila Budiman dengan surat-surat psikologisnya. Ia mengasuh ruang konsultasi pribadi di harian <em>KOMPAS </em>setiap hari minggu.</p>
<p>Surat-surat Roosevelt kepada istrinya, Nehru kepada putrinya, Indira, termasuk kumpulan surat terlaris di dunia. Atau surat-surat Mariam Jamilah kepada al-Maududi itu juga merupakan surat yang mampu memberikan nuansa tersendiri kepada pembaca lainnya. Mengapa mereka bisa? Karena mereka mencintai bahasa. Jadi, mulailah menulis surat. Gampang kok. Cobalah! <em>[Sumber: Buku "Menjadi Penulis Hebat"]</em><strong></strong></p>
<!-- Social Bookmarks BEGIN -->
<div class="social_bookmark">
<a title="Click me to see the sites." href="#" onclick="$$('div.d260').each( function(e) { e.visualEffect('slide_down',{duration:2.5}) }); return false;"><strong><em>Bookmark It</em></strong></a>
<br />
<div class="d260" style="overflow:hidden">
<br />
<a onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes,menubar=no,height=600,width=750,resizable=yes,toolbar=no,location=no,status=no'); return false;" href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Farfahhusaifah.com%2F2010%2F02%2Fmenulis-surat-boleh-juga-tuh-2%2F" rel="nofollow" title="Add to&nbsp;Facebook"><img class="social_img" src="http://arfahhusaifah.com/wp-content/plugins/social-bookmarks/images/facebook.png" title="Add to&nbsp;Facebook" alt="Add to&nbsp;Facebook" /></a>
<br />
<br />
<a style="font-size:90%;text-align: right; " title="Click me to hide the sites." href="#" onclick="$$('div.d260').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); return false;">Hide Sites</a>
</div>
</div>
<!-- Social Bookmarks END -->
<script type="text/javascript">$$('div.d260').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); </script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arfahhusaifah.com/2010/02/menulis-surat-boleh-juga-tuh-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hemat Kata</title>
		<link>http://arfahhusaifah.com/2010/02/hemat-kata/</link>
		<comments>http://arfahhusaifah.com/2010/02/hemat-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 22:45:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cutlem2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis Online]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[jitu]]></category>
		<category><![CDATA[kaget]]></category>
		<category><![CDATA[kata]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kosa kata]]></category>
		<category><![CDATA[media massa cetak]]></category>
		<category><![CDATA[O. Solihin]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arfahhusaifah.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata urusan berhemat tak selalu dalam mengelola keuangan saja, dalam tulisan pun kita kudu berhemat. Utamanya jika kamu ingin menulis dengan gaya bahasa jurnalistik. Sebab tulisan kita akan selalu dibatasi oleh space yang udah dibuat tiap rubriknya. Media massa cetak, termasuk yang paling ‘kejam’ dalam urusan hemat kata. Tulisan dalam media massa cetak dituntut untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata urusan berhemat tak selalu dalam mengelola keuangan saja, dalam tulisan pun kita kudu berhemat. Utamanya jika kamu ingin menulis dengan gaya bahasa jurnalistik. Sebab tulisan kita akan selalu dibatasi oleh space yang udah dibuat tiap rubriknya. Media massa cetak, termasuk yang paling ‘kejam’ dalam urusan hemat kata. Tulisan dalam media massa cetak dituntut untuk pas dengan ruang yang telah ditentukan. Itu sebabnya, ukuran jumlah karakter menjadi pilihan jitu. Setiap penulis untuk media massa cetak, ‘wajib’ menaati aturan baku tersebut. Jadi, hemat dalam menggunakan kata-kata pun menjadi ‘wajib’. Konsekuensinya, kita kudu menulis dengan hemat kata, alias jangan sekali-kali menggunakan kata yang memakan jumlah karakter banyak. Manfaatnya, bisa membuat tulisan jadi enak dibaca. Lebih ngepop.</p>
<p>Kita bisa menghemat kata kok. Dengan latihan terus kita jadi terbiasa. Misalnya kata “kemudian” diganti dengan “lalu”. Kata “kemudian” ada 8 karakter. Sementara kata “lalu” hanya 4 karakter. Jelas hemat bukan? Contoh lain? Banyak. Kata “terkejut” diganti dengan “kaget”, “kurang lebih” kita ganti dengan “sekitar”, jika kita kudu hindari kata “barangkali” dan pilih “mungkin”, “sekarang” tukar dengan “kini”, kata “semakin” ganti dengan “kian”. “Rupiah” jadi “Rp”. Masih banyak kosa kata lain. Silakan kamu eksplorasi sendiri. Tapi yang jelas intinya adalah hemat kata. Lihat jumlah karakternya ya.<span id="more-248"></span></p>
<p>Saat pertama kali bisa menulis, saya seringkali menggunakan kata-kata yang boros karakter. Bahkan lucunya beberapa kata yang sama artinya ditulis sekalian. Selain pengen gaya, juga supaya ada penegasan. Padahal setelah tahu, selain boros kata, juga nggak enak dibaca. Terlalu melebih-lebihkan. Maklum penulis pemula. Tapi alhamdulillah, makin lama makin terlatih. Makin banyak menemukan kosa kata yang hemat karakter. Kamu juga bisa mencobanya. Ingat lho, kudu sering digali potensimu. Tanpa latihan terus-menerus, jangan bermimpi bisa menulis dengan oke. Ayo, kamu bisa! (Catatan: mungkin hemat kata tak terlalu cocok untuk jenis tulisan selain jurnalistik) <em>[Sumber: Buku "Menjadi Penulis Hebat"]</em></p>
<!-- Social Bookmarks BEGIN -->
<div class="social_bookmark">
<a title="Click me to see the sites." href="#" onclick="$$('div.d248').each( function(e) { e.visualEffect('slide_down',{duration:2.5}) }); return false;"><strong><em>Bookmark It</em></strong></a>
<br />
<div class="d248" style="overflow:hidden">
<br />
<a onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes,menubar=no,height=600,width=750,resizable=yes,toolbar=no,location=no,status=no'); return false;" href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Farfahhusaifah.com%2F2010%2F02%2Fhemat-kata%2F" rel="nofollow" title="Add to&nbsp;Facebook"><img class="social_img" src="http://arfahhusaifah.com/wp-content/plugins/social-bookmarks/images/facebook.png" title="Add to&nbsp;Facebook" alt="Add to&nbsp;Facebook" /></a>
<br />
<br />
<a style="font-size:90%;text-align: right; " title="Click me to hide the sites." href="#" onclick="$$('div.d248').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); return false;">Hide Sites</a>
</div>
</div>
<!-- Social Bookmarks END -->
<script type="text/javascript">$$('div.d248').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); </script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arfahhusaifah.com/2010/02/hemat-kata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
