Business Plan Blog

Arfahhusaifah.com

Tag Archives: kosa kata

Membuat Kerangka Tulisan

Perlu lho membuat kerangka tulisan. Dalam bahasa kerennya, kamu perlu bikin outline. Alasannya, kerangka tulisan berguna untuk membatasi apa yang kudu kita tulis. Ibarat Pak Tani yang akan menggarap sawah, ia kudu menentukan batas garapannya. Supaya nggak melebar kemana-mana, apalagi sampe ngambil jatah orang. Di sekolah, guru bahasa Indonesia yang paling ‘cerewet’ supaya kita bikin kerangka tulisan, saat akan membuat tulisan. Ada baiknya memang. Kita jadi terlatih. Dengan membuat kerangka tulisan, kita akan mudah untuk menentukan maksud dan arah tulisan. Bahkan kita juga bisa berhemat dengan kata-kata, termasuk pandai memilih kosa kata yang pas untuk alur tulisan kita. Itu sebabnya, bagi kamu yang baru pertama kali belajar menulis, membuat kerangka tulisan menjadi semacam ‘kewajiban’. Maklumlah, orang baru kan perlu dituntun. Tul nggak? ... more→

Menabung Kosa Kata

Kebiasaan menabung memang menguntungkan kita. Suer. Coba aja kalo tiap hari kita nabung uang seribu rupiah. Berapa jumlahnya dalam sebulan? Juga berapa banyak uang yang kita miliki selama setahun? Pokoknya untung banget deh. Nah, ngomong-ngomong soal nabung-menabung, untuk menjadi penulis, bolehlah kita mencoba untuk menabung kosa kata. Mengumpulkan setiap hari lima saja. Maka dalam sebulan kita punya tabungan kosa kata sekitar 150 buah. Banyak bukan? Kosa kata itu cukup untuk memoles tulisan yang kita buat. Sebab, menulis adalah keterampilan mengolah data-data dalam suatu rangkaian kata. Ibarat kita mau membangun rumah, batu-bata sudah siap, semen dan pasir udah banyak, batu untuk pondasi udah menumpuk. Begitupun dengan kayu, bambu, cat, keramik dan genteng, sampe yang pernik-pernik seperti paku dan instalasi listrik semua udah lengkap. ... more→

Hindari ‘Kalimat Raksasa’

Keasyikan kita membaca bisa disebabkan salah satunya dari kalimat yang mudah dimengerti. Untuk bisa membuat orang cepet ngerti, kita harus memberikan trik khusus. Salah satunya adalah jangan pernah membuat ‘kalimat raksasa’. Bayangkan, kalo dalam satu paragraf ukuran sedang (sekitar lima baris tulisan dalam kertas ukuran kuarto) hanya terdiri dari satu kalimat, itu sama saja menyuruh pembaca untuk kolaps. Walah, betapa ‘raksasanya’ kalimat itu. Jangankan orang lain yang baca, kita sendiri mungkin akan capek melahapnya. Kalimat seperti itu dijamin bikin manyun yang baca. Bagi penulis pemula, selalu muncul kesulitan menyampaikan maksud. Itu sebabnya, hampir semua keinginan ditulis dalam satu kalimat. Celakanya, jadi nggak bisa mengontrol panjang-pendeknya kalimat. Meskipun dalam kalimat tersebut ada tanda koma, tapi tetap sangat berbahaya. Pembaca akan menganggap bahwa itu harus dibaca dalam satu tarikan napas. Perhatikan kalimat di bawah ini: ... more→

Menulis gaya Populer? Apa Pula Itu?

Kamu tahu istilah populer? Yup, populer artinya ngepop. Ngepop itu dikenal banyak orang. Mudah untuk diingat, karena keunikannya. Dan biasanya yang ngepop sangat mudah untuk dipahami karena sesuai dengan kondisi pengetahuan kebanyakan orang yang membacanya. Pendek kata, tulisan yang menggunakan gaya bahasa populer adalah tulisan yang mengedepankan data-data, istilah, dan bahasa yang biasa digunakan banyak orang pada umumnya. Siapapun orangnya, ketika membaca tulisan jenis ini, akan lebih mudah memahami maksud penulisannya. Artinya pula, dengan gaya bahasa tersebut, jangkauan pembacanya sangat luas, bahkan boleh dibilang nggak terbatas. Betul? Itu sebabnya, tulisan gaya bahasa populer lebih banyak peminatnya ketimbang tulisan ilmiah. Sobat muda, kalo kamu pengen tahu jenis tulisan populer, silakan baca harian umum atau majalah umum. Di sana akan banyak kamu temukan jenis tulisan populer yang biasanya enak dibaca. Sebab, selain menggunakan pendekatan terhadap masalah yang sedang tren, juga menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami semua orang. Silakan baca tulisan di rubrik Opini pada harian umum dan majalah yang beredar di kotamu. Di situ bakal kamu temukan contoh-contoh tulisan populer yang sangat boleh jadi memberi inspirasi dalam tulisanmu. ... more→

Hemat Kata

Ternyata urusan berhemat tak selalu dalam mengelola keuangan saja, dalam tulisan pun kita kudu berhemat. Utamanya jika kamu ingin menulis dengan gaya bahasa jurnalistik. Sebab tulisan kita akan selalu dibatasi oleh space yang udah dibuat tiap rubriknya. Media massa cetak, termasuk yang paling ‘kejam’ dalam urusan hemat kata. Tulisan dalam media massa cetak dituntut untuk pas dengan ruang yang telah ditentukan. Itu sebabnya, ukuran jumlah karakter menjadi pilihan jitu. Setiap penulis untuk media massa cetak, ‘wajib’ menaati aturan baku tersebut. Jadi, hemat dalam menggunakan kata-kata pun menjadi ‘wajib’. Konsekuensinya, kita kudu menulis dengan hemat kata, alias jangan sekali-kali menggunakan kata yang memakan jumlah karakter banyak. Manfaatnya, bisa membuat tulisan jadi enak dibaca. Lebih ngepop. Kita bisa menghemat kata kok. Dengan latihan terus kita jadi terbiasa. Misalnya kata “kemudian” diganti dengan “lalu”. Kata “kemudian” ada 8 karakter. Sementara kata “lalu” hanya 4 karakter. Jelas hemat bukan? Contoh lain? Banyak. Kata “terkejut” diganti dengan “kaget”, “kurang lebih” kita ganti dengan “sekitar”, jika kita kudu hindari kata “barangkali” dan pilih “mungkin”, “sekarang” tukar dengan “kini”, kata “semakin” ganti dengan “kian”. “Rupiah” jadi “Rp”. Masih banyak kosa kata lain. Silakan kamu eksplorasi sendiri. Tapi yang jelas intinya adalah hemat kata. Lihat jumlah karakternya ya. ... more→

Recent Search Terms

contoh hasil wawancara, contoh judul film pendidikan dan naskahnya, CARA SUKSES BELAJAR DAN BERPRESTASI, langkah-langkah meresensi, contoh wawancara dengan narasumber, contoh penulisan hasil wawancara, contoh wawancara, penulisan daftar pustaka sistem vancouver, contoh wawancara dengan pedagang, buku bahasa tntang wawancar pedagang, pertanyaan wawancara pedagang, contoh mewawancarai narasumber, apa yang di maksud dengan news dalam dunia televisi, unsur menulis wawancara, cerpen menabung, contoh artikel yang memuat sejarah sebagai peristiwa, apa itu teras berita, contoh cerpen pengalaman orang lain, contoh isi wawancara di berita, contoh topik wawancara, hasil wawancara dengan narasumber, penulisan yang benar nama gelar sarjana ekonomi, cara menulis tentang inspirasi diri sendiri, cara membuat hasil wawancara, Pertanyaan wawancara tentang cara belajar yang baik, contoh hasil wawancara langsung dengan narasumber, menulis surat untuk orang, hasil wawancara dengan pedagang sukses, home equity rates, apa yang di maksud nara sumber ?, Teknik Penulisan Jurnal Ilmu Sosial, contoh wawancara berita terkini, pertanyaan wawancara kepada narasumber, kamus kosakata baru bahasa indonesia, cara menulis film, data subjektif dan objektif, Cara menggunakan tanda baca EYD, langkah resensi film, pertanyaan wawancara tentang pergaulan, OBJEKTIF RESENSI BUKU, tips menulis resensi film, wawancara narasumber dgn host, ilmiah vancouver, contoh menulis berita, penulisa se sesuai EYD, perbedaan objektif dan subjektif, ejaan yang disempurnakan tentang nama instansi pemerintah, tips memperkaya kosa kata, cerita bencana, credit card need