Lead, alias teras berita adalah sebuah tulisan pembuka yang menjadi titik penting bagi pembaca. Lead yang menarik, sangat boleh jadi akan merangsang pembaca untuk terus membaca isi berita atau artikel yang kita buat. Kalo leadnya kurang menarik, pembaca akan mengucapkan “wassalam” saja. Mereka merasa cukup membaca sebatas judul, atau satu kalimat atau alinea di depan yang tak menarik itu. Jadi, perlu mendapat perhatian juga supaya tulisan yang kita buat mampu menggoda pembaca untuk melanjutkan bacaannya. Yup, boleh dibilang selain judul, lead adalah jajanan yang ‘wajib’ memikat hati pembaca. Itu sebabnya, lead menjadi begitu penting, meski tidak pokok tentunya. Dalam dunia jurnalistik, kita bakal menemukan beberapa jenis lead. Berdasarkan pengalaman saya dalam menulis dan mengamati perkembangan media, ada empat jenis lead: lead berita langsung, lead pernyataan, lead peristiwa, dan lead untuk feature (berita ringan/berita kisah). Untuk feature insya Allah kita bahas secara khusus dalam tip berikutnya. ... more→
Tag Archives: Irak
‘Bermesraan’ dengan Feature
Harap jangan kaget dulu dengan judul tip berikut ini. Selain untuk menggairahkan semangat kamu dalam membaca tip ini, juga ingin menjelaskan bahwa jenis tulisan feature paling banyak disukai para wartawan. Bener lho. Itu sebabnya, kalo seorang wartawan diminta untuk memaparkan sebuah peristiwa dengan gaya penulisan feature biasanya paling sregep deh. Bukan apa-apa, sebab dalam tulisan jenis ini, wartawan dirangsang untuk mengeksplorasi sudut-sudut human interest-nya. Misalnya saja ketika memberitakan peristiwa kebakaran di Pasar Tanah Abang beberapa waktu yang lalu, kita tidak hanya bicara tentang peristiwa kebakarannya, tapi kita sisipkan juga berita tentang nasib seorang pedagang yang barang dagangannya ludes dilalap si jago merah. Itu akan lebih memberikan sentuhan tersendiri bagi si pembaca. Tentu, untuk membuatnya menarik, kudu ditulis dengan gaya penulisan feature. ... more→
Membuat Tulisan Feature
Nah, setelah kamu tahu apa itu feature, sekarang kita masuk ke teknik membuat tulisan berjenis feature ini. Sebetulnya hampir sama dengan teknik menulis artikel lainnya, hanya saja dalma menulis feature kita dituntut untuk lebih ‘menyentuh’ dan memberikan nuansa lain dari sekadar sebuah berita. Itu sebabnya, feature bisa berfungsi sebagai penjelasan atau tambahan untuk berita yang sudah disiarkan sebelumnya, memberi latar belakang suatu peristiwa, menyentuh perasaan dan mengharukan, menghidangkan informasi dengan menghibur, juga bisa mengungkap sesuatu yang belum tersiar sebagai berita. Sobat muda muslim, yang perlu mendapat perhatian dalam penulisan feature ini, adalah lead yang menarik (kita kan pernah belajar ya? Coba deh tengok lagi tip sebelumnya…). Nah, lead dalam feature inilah yang sepertinya penting, meski bukan pokok memang. Bahkan jangan lupa, selain lead, kamu juga kudu membuat tubuh dan endingnya dari tulisan tersebut. Sangat boleh jadi ‘ending’ sebuah feature sama pentingnya dengan lead. Jadi kudu menarik dan menggoda pembaca. Misalnya memberikan kesimpulan atau mungkin ada ‘celetukan’ atau sindiran yang menggoda pembaca. Di sinilah editor biasanya paling pusing untuk memotong tulisan jenis feature, nggak gampang lho. Sama sulitnya dengan ‘mengobrak-abrik’ naskah cerpen. Kenapa? Karena semua bagian dalam feature itu penting. Itu saja. ... more→