Business Plan Blog

Arfahhusaifah.com

Tag Archives: bisa

Bikin deh Buku Harian

Setelah banyak membaca, setelah banyak tahu segala hal, biasanya muncul rasa ingin menumpahkan seluruhnya lewat tulisan. “Bagaimana caranya? Saya kan belum menguasai teknis menulis?” Mungkin itu pertanyaan umum bagi teman-teman yang mau menulis tapi bingung gimana caranya. Pak Kuntowijoyo pernah ngasih bocoran, bahwa kalo pengen jadi penulis, mulailah menulis, menulis, dan menulis. Itu artinya, ya tuliskan saja apa yang kamu mau. Tuangkan saja apa yang ada dalam benakmu. Jangan perhatikan dulu EYD dan segala macam aturan menulis. Bukankah ketika kita kecil langsung bisa bicara, padahal tidak mengetahui aturan yang baik. Bagaimana cara bicara yang baik dan sopan. Itu membuktikan jangan melihat dulu aturan yang ada dalam tataaturan teknik penulisan. Jadi, tulislah sesukamu. Tapi harap diingat, jangan asal jor-joran aja nulis. Kalo kamu udah bisa, EYD tentu diperhatikan dong. Utamanya dalam penulisan huruf kapital dan tanda baca. ... more→

Menulis Surat? Boleh Juga Tuh

Menulis surat bukan perkara yang susah, tapi juga nggak begitu mudah. Bergantung kepada kebiasaan kita. Celakanya, memulai kebiasaan baru dan mengubah kebiasaan lama nggak gampang. Kadang malah sulitnya minta ampun. Saat kita terbiasa nyantai, ketika diminta untuk giat, juga perlu adaptasi. Nggak mudah. Begitu juga sebaliknya. Tapi, yakinlah bahwa kita bisa memulai kebiasaan baru. Tentu yang baik dong. Coba ya… Dengan menulis surat, kita belajar untuk mengungkapkan perasaan kita secara penuh lewat tulisan. Kita bisa menggunakan pilihan kata yang pas untuk pembaca. Pembaca itu bisa teman dekat, ayah, ibu, kakek, nenek, adik, kakak, atau malah orang yang asing sekalipun, alias yang belum pernah kita kenal. Surat, adalah cara yang cukup efektif untuk berkomunikasi. Lihai atau tidaknya kita berkomunikasi dengan orang lain, bisa dilihat dari apa yang disampaikan dalam surat itu. Bahasa, pilihan kata, dan bagaimana cara merangkai kata-kata itu menjadi tulisan. ... more→

Memilih Topik

Pertanyaan yang kerap muncul dari benak kita saat hendak menulis, “Topik apa ya yang cocok?” Tolong, pertanyaan seperti itu jangan dijadikan beban. Anggap saja sebagai hal biasa. Apa yang enak dibahas dalam buku harian? Hmm… yang enak untuk dibahas adalah hal-hal umum yang berkesan dan menarik. Bisa menyedihkan, bisa pula yang menggembirakan. Seperti apa sih? Pengalaman pertama masuk sekolah, pengalaman berkenalan pertama kali dengan teman di sekolah, hari pertama masuk kerja, mendapat uang gaji pertama kali, bertemu sang kekasih hati, pengalaman saat melamar, pengalaman ketika menikah, dan lain sebagainya. Pokoknya, segala hal yang seru dan menarik. Semua itu bisa membuat kita betah menuliskannya berlembar-lembar. Asyik. Termasuk, yang enak dibicarakan adalah hal yang baru. Misalnya punya mobil baru, punya teman baru, punya rumah baru, dan segala hal yang baru-baru deh. Topik seperti itu ditanggung antimanyun. Pas banget untuk dituangkan di buku harian. ... more→

Tulisan Ilmiah Populer, Kayak Gimana Sih?

Kalo kamu udah bisa membedakan dan membuat tulisan ilmiah dan populer, maka sekarang kamu belajar membuat tulisan ilmiah populer. Ini memang gabungan dua jenis tulisan yang bisa menjadi jembatan untuk memahamkan istilah-istilah ilmiah dengan gaya bahasa yang populer. Jadi, jika tulisan ilmiah hanya cocok untuk kalangan akademisi, dan tulisan populer untuk kalangan manapun, maka tulisan bergaya ilmiah populer cocok bagi kedua kalangan tersebut. Itu sebabnya, membuat tulisan ilmiah yang disampaikan dengan gaya bahasa yang populer, memerlukan keterampilan khusus yang bisa kita pelajari. Selain menjadi jembatan bagi mereka yang awam untuk memahami masalah ilmiah, juga tulisan bergaya ilmiah populer membuat pembaca menikmati citarasa tersendiri dari sebuah bacaan. Bayangkan, betapa senangnya bisa mengetahui seluk-beluk senjata nuklir, cara kerja senjata biologi dalam membunuh manusia dengan bahasa yang mudah dicerna. Menyenangkan sekali bukan? ... more→

Mari Menulis Biografi

Menulis biografi seperti kita mencveritakan tentang riwayat hidup. Bisa diri sendiri (otobiografi), bisa juga kita menuliskan untuk orang lain. Jadi penulis biografi nggak sulit kok. Ini hanya semacam komoditi dari menulis, seperti halnya puisi, cerpen, novel, atau juga artikel. Semua itu hanya jenis komoditi yang bisa kita jual kepada pembaca. Meski hampir sama dalam teknik dasar penulisannya, saya akan memberikan tip khusus yang berkaitan dengan menulis biografi (termasuk di dalamnya otobiografi). Karena biografi memuat semacam kisah hidup seseorang, maka tentunya bahan yang digunakan semuanya berasal dari ucapan, pikiran, dan tindakan orang tersebut. Boleh dibilang biografi ini memawakili siapa sosok yang ditulis tersebut. Kita bisa mengenal lebih dekat tokoh yang ditulis biografinya. Apalagi orang tersebut adalah orbek macam Ir. Soekarno, Mohammad Hatta dan kawan-kawannya. Tokoh Islam lainnya juga bisa kita buat seperti kisah hidup Abu Bakkar as-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Usma bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Umar bin Abdul Aziz dan seterusnya. Ada banyak. Mungkin puluhan ribu tokoh Islam yag bisa ditulis kembali biografinya. ... more→

Antara Menulis dan Berbicara

Menulis berbeda dengan berbicara. Menulis setidaknya membutuhkan keterampilan khusus yang harus dipelajari dan senantiasa dilatih. Sementara berbicara mungkin cuma butuh pembiasaan saja. Indera yang dibutuhkan ketika belajar berbicara terdiri dari mata, telinga, dan lidah. Mata untuk melihat gerakan yang dilakukan orang yang akan kita contoh untuk bicara, terutama melihat gerakan mulut dan mimik muka. Telinga untuk mendengar kata yang diucapkan, dan lidah berusaha untuk mengikutinya dengan kata yang kita upayakan untuk dikeluarkan. Itu sebabnya, anak kecil yang sehat dan normal (matanya dapat melihat, telinganya dapat mendengar, dan lidahnya bisa digerakkan untuk berkata) maka umumnya akan dengan mudah mengikuti. Itu memerlukan pembiasaan sembari mengasah kemampuan dan reflek tiga indera tadi. Jadi, anak kecil yang ingin belajar bicara tak memerlukan belajar huruf-huruf terlebih dahulu, tak butuh juga dengan seabrek teori menulis, dan bagaimana merangkai kata yang baik. Ia, akan dengan spontan mengikuti setiap huruf yang diucapkan orang lain (entah ibunya, ayahnya, kakaknya, atau temannya dll). Mereka (termasuk kita) bisa belajar bicara tanpa keterampilan yang rumit. Mengalir apa adanya. ... more→

Menulis Surat? Boleh Juga Tuh

Menulis surat bukan perkara yang susah, tapi juga nggak begitu mudah. Bergantung kepada kebiasaan kita. Celakanya, memulai kebiasaan baru dan mengubah kebiasaan lama nggak gampang. Kadang malah sulitnya minta ampun. Saat kita terbiasa nyantai, ketika diminta untuk giat, juga perlu adaptasi. Nggak mudah. Begitu juga sebaliknya. Tapi, yakinlah bahwa kita bisa memulai kebiasaan baru. Tentu yang baik dong. Coba ya… Dengan menulis surat, kita belajar untuk mengungkapkan perasaan kita secara penuh lewat tulisan. Kita bisa menggunakan pilihan kata yang pas untuk pembaca. Pembaca itu bisa teman dekat, ayah, ibu, kakek, nenek, adik, kakak, atau malah orang yang asing sekalipun, alias yang belum pernah kita kenal. Surat, adalah cara yang cukup efektif untuk berkomunikasi. Lihai atau tidaknya kita berkomunikasi dengan orang lain, bisa dilihat dari apa yang disampaikan dalam surat itu. Bahasa, pilihan kata, dan bagaimana cara merangkai kata-kata itu menjadi tulisan. ... more→

Recent Search Terms

contoh judul film pendidikan dan naskahnya, CARA SUKSES BELAJAR DAN BERPRESTASI, langkah-langkah meresensi, contoh wawancara dengan narasumber, contoh penulisan hasil wawancara, contoh wawancara, penulisan daftar pustaka sistem vancouver, contoh wawancara dengan pedagang, buku bahasa tntang wawancar pedagang, pertanyaan wawancara pedagang, contoh mewawancarai narasumber, apa yang di maksud dengan news dalam dunia televisi, unsur menulis wawancara, cerpen menabung, contoh artikel yang memuat sejarah sebagai peristiwa, apa itu teras berita, contoh cerpen pengalaman orang lain, contoh isi wawancara di berita, contoh topik wawancara, hasil wawancara dengan narasumber, penulisan yang benar nama gelar sarjana ekonomi, cara menulis tentang inspirasi diri sendiri, cara membuat hasil wawancara, Pertanyaan wawancara tentang cara belajar yang baik, contoh hasil wawancara langsung dengan narasumber, menulis surat untuk orang, hasil wawancara dengan pedagang sukses, home equity rates, apa yang di maksud nara sumber ?, Teknik Penulisan Jurnal Ilmu Sosial, contoh wawancara berita terkini, pertanyaan wawancara kepada narasumber, kamus kosakata baru bahasa indonesia, cara menulis film, data subjektif dan objektif, Cara menggunakan tanda baca EYD, langkah resensi film, pertanyaan wawancara tentang pergaulan, OBJEKTIF RESENSI BUKU, tips menulis resensi film, wawancara narasumber dgn host, ilmiah vancouver, contoh menulis berita, penulisa se sesuai EYD, perbedaan objektif dan subjektif, ejaan yang disempurnakan tentang nama instansi pemerintah, tips memperkaya kosa kata, cerita bencana, credit card need, cara mengkopi artikel ke blog