Business Plan Blog

Arfahhusaifah.com

Tag Archives: Ada

Memilih Topik

Pertanyaan yang kerap muncul dari benak kita saat hendak menulis, “Topik apa ya yang cocok?” Tolong, pertanyaan seperti itu jangan dijadikan beban. Anggap saja sebagai hal biasa. Apa yang enak dibahas dalam buku harian? Hmm… yang enak untuk dibahas adalah hal-hal umum yang berkesan dan menarik. Bisa menyedihkan, bisa pula yang menggembirakan. Seperti apa sih? Pengalaman pertama masuk sekolah, pengalaman berkenalan pertama kali dengan teman di sekolah, hari pertama masuk kerja, mendapat uang gaji pertama kali, bertemu sang kekasih hati, pengalaman saat melamar, pengalaman ketika menikah, dan lain sebagainya. Pokoknya, segala hal yang seru dan menarik. Semua itu bisa membuat kita betah menuliskannya berlembar-lembar. Asyik. Termasuk, yang enak dibicarakan adalah hal yang baru. Misalnya punya mobil baru, punya teman baru, punya rumah baru, dan segala hal yang baru-baru deh. Topik seperti itu ditanggung antimanyun. Pas banget untuk dituangkan di buku harian. ... more→

Membuat Kerangka Tulisan

Perlu lho membuat kerangka tulisan. Dalam bahasa kerennya, kamu perlu bikin outline. Alasannya, kerangka tulisan berguna untuk membatasi apa yang kudu kita tulis. Ibarat Pak Tani yang akan menggarap sawah, ia kudu menentukan batas garapannya. Supaya nggak melebar kemana-mana, apalagi sampe ngambil jatah orang. Di sekolah, guru bahasa Indonesia yang paling ‘cerewet’ supaya kita bikin kerangka tulisan, saat akan membuat tulisan. Ada baiknya memang. Kita jadi terlatih. Dengan membuat kerangka tulisan, kita akan mudah untuk menentukan maksud dan arah tulisan. Bahkan kita juga bisa berhemat dengan kata-kata, termasuk pandai memilih kosa kata yang pas untuk alur tulisan kita. Itu sebabnya, bagi kamu yang baru pertama kali belajar menulis, membuat kerangka tulisan menjadi semacam ‘kewajiban’. Maklumlah, orang baru kan perlu dituntun. Tul nggak? ... more→

Wawancara Bersama Founder WordPress

Lihat videonya di sini: 1. Matt Mullenweg: Wordpress Now. 2. Inspirageek Interview with Matt Mullenweg. 3. Matt Mullenweg Interview: WordCamp Hong Kong 2009 Berikut adalah kutipan wawancara Matt Mullenweg di TV-One ketika berkunjung ke Indonesia Januari 2009. Kisah Singkat Kesuksesan Hal pertama yang dibahas adalah latar belakang pendidikan Matt Muddenweg. Ia bukan lulusan programming ataupun ilmu komputer. Di masa SMA, ia terjun dalam bidang seni. Sedangkan kuliahnya [tidak selesai] di bidang ilmu politik. Walaupun demikian, motivasi dan minat yang ia berikan pada blog membawa dirinya sukses dalam dunia software dan teknologi informasi. ... more→

Hindari ‘Kalimat Raksasa’

Keasyikan kita membaca bisa disebabkan salah satunya dari kalimat yang mudah dimengerti. Untuk bisa membuat orang cepet ngerti, kita harus memberikan trik khusus. Salah satunya adalah jangan pernah membuat ‘kalimat raksasa’. Bayangkan, kalo dalam satu paragraf ukuran sedang (sekitar lima baris tulisan dalam kertas ukuran kuarto) hanya terdiri dari satu kalimat, itu sama saja menyuruh pembaca untuk kolaps. Walah, betapa ‘raksasanya’ kalimat itu. Jangankan orang lain yang baca, kita sendiri mungkin akan capek melahapnya. Kalimat seperti itu dijamin bikin manyun yang baca. Bagi penulis pemula, selalu muncul kesulitan menyampaikan maksud. Itu sebabnya, hampir semua keinginan ditulis dalam satu kalimat. Celakanya, jadi nggak bisa mengontrol panjang-pendeknya kalimat. Meskipun dalam kalimat tersebut ada tanda koma, tapi tetap sangat berbahaya. Pembaca akan menganggap bahwa itu harus dibaca dalam satu tarikan napas. Perhatikan kalimat di bawah ini: ... more→

Biasakan Membuat Lead ‘Menggoda’

Lead, alias teras berita adalah sebuah tulisan pembuka yang menjadi titik penting bagi pembaca. Lead yang menarik, sangat boleh jadi akan merangsang pembaca untuk terus membaca isi berita atau artikel yang kita buat. Kalo leadnya kurang menarik, pembaca akan mengucapkan “wassalam” saja. Mereka merasa cukup membaca sebatas judul, atau satu kalimat atau alinea di depan yang tak menarik itu. Jadi, perlu mendapat perhatian juga supaya tulisan yang kita buat mampu menggoda pembaca untuk melanjutkan bacaannya. Yup, boleh dibilang selain judul, lead adalah jajanan yang ‘wajib’ memikat hati pembaca. Itu sebabnya, lead menjadi begitu penting, meski tidak pokok tentunya. Dalam dunia jurnalistik, kita bakal menemukan beberapa jenis lead. Berdasarkan pengalaman saya dalam menulis dan mengamati perkembangan media, ada empat jenis lead: lead berita langsung, lead pernyataan, lead peristiwa, dan lead untuk feature (berita ringan/berita kisah). Untuk feature insya Allah kita bahas secara khusus dalam tip berikutnya. ... more→

Gimana Sih Menulis Ilmiah?

Ilmiah? Hiii takuuut! Huss, sembarangan. Jangan dulu gugup dan ‘sutris’ ya? Yup, kalo kamu sering merhatiin tulisan-tulisan di buku Kimia, Fisika, Biologi, Biokima, Teknik, dan sejenisnya yang bertabur data berupa angka-angka dan istilah yang bikin kening kita berkerut, itulah namanya tulisan bergaya ilmiah. Yang ngerti, tentu mereka yang udah biasa bergelut di bidangnya. Mahasiswa fakultas kedokteran, tentu lebih banyak melahap bacaan yang berkaitan dengan istilah kedokteran, yang tentu saja sangat tidak diminati oleh mahasiswa yang doyan dengan ilmu-ilmu sosial. Nah, masalah isi yang membedakan jenis tulisan tersebut. Berarti letak perbedaannya adalah dalam isi tulisan tersebut dong? Nggak salah. Itu salah satunya. Sebab, tulisan berjenis ilmiah lebih menekankan kepada pembahasan yang kaku dan cuma bisa dimengerti oleh kalangan tertentu saja. Kemudian soal gaya bahasa juga menjadi perhatian berikutnya. Coba, kamu pernah baca text book kan? Idih, selain bertabur data, gaya bahasa yang dipakai juga resmi banget. Lengkap dengan istilah yang sulit dimengerti dengan cepat oleh mereka yang belum akrab dengan bidang keilmuan tersebut. ... more→

Menulis gaya Populer? Apa Pula Itu?

Kamu tahu istilah populer? Yup, populer artinya ngepop. Ngepop itu dikenal banyak orang. Mudah untuk diingat, karena keunikannya. Dan biasanya yang ngepop sangat mudah untuk dipahami karena sesuai dengan kondisi pengetahuan kebanyakan orang yang membacanya. Pendek kata, tulisan yang menggunakan gaya bahasa populer adalah tulisan yang mengedepankan data-data, istilah, dan bahasa yang biasa digunakan banyak orang pada umumnya. Siapapun orangnya, ketika membaca tulisan jenis ini, akan lebih mudah memahami maksud penulisannya. Artinya pula, dengan gaya bahasa tersebut, jangkauan pembacanya sangat luas, bahkan boleh dibilang nggak terbatas. Betul? Itu sebabnya, tulisan gaya bahasa populer lebih banyak peminatnya ketimbang tulisan ilmiah. Sobat muda, kalo kamu pengen tahu jenis tulisan populer, silakan baca harian umum atau majalah umum. Di sana akan banyak kamu temukan jenis tulisan populer yang biasanya enak dibaca. Sebab, selain menggunakan pendekatan terhadap masalah yang sedang tren, juga menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami semua orang. Silakan baca tulisan di rubrik Opini pada harian umum dan majalah yang beredar di kotamu. Di situ bakal kamu temukan contoh-contoh tulisan populer yang sangat boleh jadi memberi inspirasi dalam tulisanmu. ... more→

Recent Search Terms

contoh judul film pendidikan dan naskahnya, CARA SUKSES BELAJAR DAN BERPRESTASI, langkah-langkah meresensi, contoh wawancara dengan narasumber, contoh penulisan hasil wawancara, contoh wawancara, penulisan daftar pustaka sistem vancouver, contoh wawancara dengan pedagang, buku bahasa tntang wawancar pedagang, pertanyaan wawancara pedagang, contoh mewawancarai narasumber, apa yang di maksud dengan news dalam dunia televisi, unsur menulis wawancara, cerpen menabung, contoh artikel yang memuat sejarah sebagai peristiwa, apa itu teras berita, contoh cerpen pengalaman orang lain, contoh isi wawancara di berita, contoh topik wawancara, hasil wawancara dengan narasumber, penulisan yang benar nama gelar sarjana ekonomi, cara menulis tentang inspirasi diri sendiri, cara membuat hasil wawancara, Pertanyaan wawancara tentang cara belajar yang baik, contoh hasil wawancara langsung dengan narasumber, menulis surat untuk orang, hasil wawancara dengan pedagang sukses, home equity rates, apa yang di maksud nara sumber ?, Teknik Penulisan Jurnal Ilmu Sosial, contoh wawancara berita terkini, pertanyaan wawancara kepada narasumber, kamus kosakata baru bahasa indonesia, cara menulis film, data subjektif dan objektif, Cara menggunakan tanda baca EYD, langkah resensi film, pertanyaan wawancara tentang pergaulan, OBJEKTIF RESENSI BUKU, tips menulis resensi film, wawancara narasumber dgn host, ilmiah vancouver, contoh menulis berita, penulisa se sesuai EYD, perbedaan objektif dan subjektif, ejaan yang disempurnakan tentang nama instansi pemerintah, tips memperkaya kosa kata, cerita bencana, credit card need, cara mengkopi artikel ke blog