<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Business Plan &#187; Berita Aceh</title>
	<atom:link href="http://arfahhusaifah.com/category/berita-aceh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arfahhusaifah.com</link>
	<description>Arfahhusaifah.com</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Sep 2010 11:07:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Blog ini Blog Berita Aceh Terkini</title>
		<link>http://arfahhusaifah.com/2009/12/berita-aceh-terkini-ada-di-blog-ini/</link>
		<comments>http://arfahhusaifah.com/2009/12/berita-aceh-terkini-ada-di-blog-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 13:39:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cutlem2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Aceh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arfahhusaifah.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Sejak kemunculannya pada awal bulan desember ini, saya berniat untuk menjadikan blog ini sebagai blog yang memberikan informasi tentang berita aceh terkini, bisnis internet dan belajar menulis online. Untuk tahap awal, sy berusaha mengoptimasinya untuk kata kunci Berita Aceh Terkini. Alhamdulillah, hari ini posisi blog ini untuk kata kunci Berita Aceh Terkini sudah menempati posisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak kemunculannya pada awal bulan desember ini, saya berniat untuk menjadikan blog ini sebagai blog yang memberikan informasi tentang <a href="http://arfahhusaifah.com" target="_blank">berita aceh terkini</a>, <a href="http://arfahhusaifah.com" target="_blank">bisnis internet</a> dan <a href="http://arfahhusaifah.com" target="_blank">belajar menulis online</a>. Untuk tahap awal, sy berusaha mengoptimasinya untuk kata kunci <strong>Berita Aceh Terkini</strong>.</p>
<p>Alhamdulillah, hari ini posisi blog ini untuk kata kunci <a href="http://arfahhusaifah.com" target="_blank">Berita Aceh Terkini </a>sudah menempati posisi 3 besar. Sedangkan untuk kata kunci <strong>Berita Aceh</strong>, masih berada di posisi 6 besar. Ini berarti perjuangan untuk menempati posisi TOP nomor 1 hasil pencarian untuk kata kunci tersebut semakin mudah. Asalkan konsisten untuk menerapkan teknik optimasi yang diajarkan oleh Mas Cosa Aranda dan Pak Joko Susilo.</p>
<p>Dan, yang lebih membuat saya senang, karena hari ini blog <a href="http://arfahhusaifah.com" target="_blank">berita aceh terkini</a> kebanggaan saya sudah mendapat Yahoo link domain (LD) sebanya 1.902 buah. Padahal usia blog ini masih sangat muda. Blog ini saya registrasi pada tanggal 1 Des 2009, pada tanggal 7 Des 2009 sudah <a href="http://arfahhusaifah.com/2009/12/07/terima-kasih-atas-kunjugan-dan-komentarnya/" target="_blank">terindex Google</a>, berarti hari ini, usianya tepat 24 hari.</p>
<p>Memang sih, banyak saran dari para master agar blog baru jangan terlalu dioptimasi, karena bisa terkena penalti oleh Google. Tapi, mau gimana lagi. Namanya juga blogger pemula, klo awal-awal pasti sangat bersemangat. Apalagi saya menjadikan blog <a href="http://arfahhusaifah.com">berita aceh terkini</a> ini sebagai ajang percobaan penerapan ilmu search engine optimization yang diajarkan para master. Klo akhirnya kena penalti, biar jadi pengalamanlah <img src='http://arfahhusaifah.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Yang sedikit membedakan blog ini dengan situs lain yang menembak kata kunci <strong>Berita Aceh Terkini</strong> dan menempati posisi top Google menurut pengamatan saya adalah, bahwa semua situs itu merupakan situs berita dan kebanyakan sudah berumur lama. Sedangkan blog ini murni merupakan blog, dan bukan situs berita. Sehingga penyajian <strong>berita aceh</strong> terkini-nya jelas berbeda dengan yang lain.</p>
<p><strong>Berita Aceh Terkini</strong> yang diulas di blog ini pun tentunya bukan sembarang berita. Melainkan berita aceh yang memang layak untuk disebarkan dan diketahui oleh syeudara semua. Walaupun tentunya tidak sesering situs lain yang memang merupakan situs berita aceh.</p>
<p>Karena itu, dalam perjalanannya ke depan. Saya ingin menjadikan blog ini menduduki posisi top pencarian Google untuk kata kunci <strong>Berita Aceh Terkini</strong>. Dengan didukung konten yang bermanfaat dan terupdate, saya berani mengklaim bahwa <a href="http://arfahhusaifah.com/2009/12/24/berita-aceh-terkini-ada-di-blog-ini/" target="_blank">Berita Aceh Terkini Ada di  Blog ini</a>.</p>
<!-- Social Bookmarks BEGIN -->
<div class="social_bookmark">
<a title="Click me to see the sites." href="#" onclick="$$('div.d145').each( function(e) { e.visualEffect('slide_down',{duration:2.5}) }); return false;"><strong><em>Bookmark It</em></strong></a>
<br />
<div class="d145" style="overflow:hidden">
<br />
<a onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes,menubar=no,height=600,width=750,resizable=yes,toolbar=no,location=no,status=no'); return false;" href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Farfahhusaifah.com%2F2009%2F12%2Fberita-aceh-terkini-ada-di-blog-ini%2F" rel="nofollow" title="Add to&nbsp;Facebook"><img class="social_img" src="http://arfahhusaifah.com/wp-content/plugins/social-bookmarks/images/facebook.png" title="Add to&nbsp;Facebook" alt="Add to&nbsp;Facebook" /></a>
<br />
<br />
<a style="font-size:90%;text-align: right; " title="Click me to hide the sites." href="#" onclick="$$('div.d145').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); return false;">Hide Sites</a>
</div>
</div>
<!-- Social Bookmarks END -->
<script type="text/javascript">$$('div.d145').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); </script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arfahhusaifah.com/2009/12/berita-aceh-terkini-ada-di-blog-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bertahan dari Tsunami: Kisah-kisah Harapan.</title>
		<link>http://arfahhusaifah.com/2009/12/bertahan-dari-tsunami-kisah-kisah-harapan/</link>
		<comments>http://arfahhusaifah.com/2009/12/bertahan-dari-tsunami-kisah-kisah-harapan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 17:55:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cutlem2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[AL Qur]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[bulan sabit merah]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[Di]]></category>
		<category><![CDATA[dokumenter]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[foto-foto]]></category>
		<category><![CDATA[grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[kisah-kisah]]></category>
		<category><![CDATA[London]]></category>
		<category><![CDATA[Monique Villa]]></category>
		<category><![CDATA[okezone]]></category>
		<category><![CDATA[Palang Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Reuters]]></category>
		<category><![CDATA[reuters foundation]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>
		<category><![CDATA[Wong]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arfahhusaifah.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Bertahan dari Tsunami: Kisah-kisah Harapan adalah judul film tsunami Samudera Hindia, yang akan diluncurkan oleh Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah, Bulan Sabit Merah, dan Thomson Reuters Foundation dalam bentuk film dokumenter berbasis web. Peluncuran film ini menandai peringatan lima tahun Tsunami Samudera Hindia yang dikenal sebagai bencana alam terburuk sepanjang ingatan umat manusia. Demikian isi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arfahhusaifah.com/2009/12/17/bertahan-dari-tsunami-kisah-kisah-harapan/" target="_blank"><em>Bertahan dari Tsunami: Kisah-kisah Harapan</em></a> adalah judul film tsunami Samudera Hindia, yang akan diluncurkan oleh Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah, Bulan Sabit Merah, dan Thomson Reuters Foundation dalam bentuk film dokumenter berbasis web.</p>
<p>Peluncuran film ini menandai peringatan lima tahun Tsunami Samudera Hindia yang dikenal sebagai bencana alam terburuk sepanjang ingatan umat manusia. Demikian isi rilis yang diterima okezone, Rabu (16/12/2009).</p>
<p>Film ini mengungkap kekuatan semangat manusia dalam menghadapi bencana dahsyat. Di dalamnya terekam kisah-kisah tentang semangat, harapan, dan kehormatan yang digambarkan lewat foto-foto terpilih milik Reuters, cuplikan video tsunami, wawancara, dan grafis interaktif.</p>
<p>&#8220;Film dapat disaksikan di <a href="http://tsunami.trust.org" target="_blank">http://tsunami.trust.org</a> atau <a href="http://tsunami.trust.org/bahasa" target="_blank">http://tsunami.trust.org/bahasa</a>. Para penonton dapat menikmati film ini dalam berbagai bahasa. Seperti Prancis, Spanyol, Arab, Indonesia, Hindi, Tamil, Sinhala, Thailand, Jepang, dan Mandarin,&#8221; ujar Monique Villa, Direktur Thomson Reuters Foundation.</p>
<p>Yasemin Aysan dari kantor Sekretaris Jenderal IFRC menyatakan tsunami  mengakibatkan kerusakan dahsyat dan tak terbayangkan. Tapi bencana ini juga menciptakan kedermawanan mencengangkan orang-orang biasa dari berbagai penjuru dunia.</p>
<p>&#8220;Selama lima tahun kami membantu masyarakat untuk pulih kembali dan kami ingin membuat sebuah kesaksian jujur yang memungkinkan orang-orang biasa ini, yang terkena dampak tsunami, bercerita tentang kisah-kisah mereka yang luar biasa,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Peluncuran film dilakukan bersamaan dengan pengenalan layanan baru Thomson Reuters Foundation yaitu Layanan Informasi Darurat atau EIS (Emergency Information Service). Layanan pionir ini dikembangkan untuk merespons bencana-bencana alam besar di seluruh dunia, dengan dukungan utama dari Palang Merah.</p>
<p>Thomson Reuters Foundation akan mengirimkan jurnalisnya ke lokasi bencana di mana mereka akan mengumpulkan, menyusun, dan menyebarkan informasi penting yang diperlukan masyarakat di wilayah terkena bencana untuk mengisi kekosongan <strong>informasi</strong> sebagaimana kerap terjadi dalam situasi darurat bencana.</p>
<p>Jangan sampai ketinggalan ya! Dari judulnya aja, <a href="http://arfahhusaifah.com" target="_blank">Bertahan dari Tsunami: Kisah-Kisah Harapan</a> sudah membuat kita penasaran.</p>
<p>Syeudara, <a href="http://arfahhusaifah.com/" target="_blank">Arfah Husaifah</a><br />
<h4>Possibly related posts: (automatically generated)</h4>
<ul>
<li style="list-style: none;">Related posts on <b>bencana</b></li>
<li><a href="http://wahyuprasetya.net/?p=247">24 Jam dalam kehidupan seorang muslim menurut ajaran AL Qur&#39;an (1 <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href="http://burgerdua.wordpress.com/2010/02/20/abstrak-dan-susunan-2/">“abstrak dan susunan 2? « Burgerdua&#39;s Blog</a></li>
<li><a href="http://wong168.wordpress.com/2010/02/21/jawaban-nasa-tentang-kiamat-2012/">Jawaban NASA Tentang Kiamat 2012 « Wong168&#39;s Blog</a></li>
</ul>
<ul>
<li style="list-style: none;">Related posts on <b>dokumenter</b></li>
<li><a href="http://samstat.wordpress.com/2010/02/20/ny-datainnsamling/">Ny datainnsamling « Samstat</a></li>
<li><a href="http://arfian-rama.web.ugm.ac.id/flashback-membuka-catatan-agenda-penting-2/">-arfian-rama- » Flashback: Membuka Catatan Agenda Penting</a></li>
<li><a href="http://wizofmoz.dk/2010/02/19/hva-er-det-nu-liiige-du-skal-i-afrika/">Hva er det nu liiige du skal i Afrika? | The Wizards of Moz</a></li>
</ul>
<ul>
<li style="list-style: none;">Related posts on <b>film</b></li>
<li><a href="http://www.anatomyofaclassic.com/?p=414">Anatomy Of A Classic – Classic <b>Film</b> in the “Fi-yah”</a></li>
<li><a href="http://blog.seekinfo.ru/london-film-festival-a-feast-of-films/">London <b>film</b> festival: a feast of <b>films</b> | Tuning world</a></li>
<li><a href="http://www.killerfilm.com/articles/read/legal-tangles-stall-new-mortal-kombat-film-26234">Legal tangles stall new Mortal Kombat <b>film</b> | KillerFilm</a></li>
</ul>
<!-- Social Bookmarks BEGIN -->
<div class="social_bookmark">
<a title="Click me to see the sites." href="#" onclick="$$('div.d100').each( function(e) { e.visualEffect('slide_down',{duration:2.5}) }); return false;"><strong><em>Bookmark It</em></strong></a>
<br />
<div class="d100" style="overflow:hidden">
<br />
<a onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes,menubar=no,height=600,width=750,resizable=yes,toolbar=no,location=no,status=no'); return false;" href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Farfahhusaifah.com%2F2009%2F12%2Fbertahan-dari-tsunami-kisah-kisah-harapan%2F" rel="nofollow" title="Add to&nbsp;Facebook"><img class="social_img" src="http://arfahhusaifah.com/wp-content/plugins/social-bookmarks/images/facebook.png" title="Add to&nbsp;Facebook" alt="Add to&nbsp;Facebook" /></a>
<br />
<br />
<a style="font-size:90%;text-align: right; " title="Click me to hide the sites." href="#" onclick="$$('div.d100').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); return false;">Hide Sites</a>
</div>
</div>
<!-- Social Bookmarks END -->
<script type="text/javascript">$$('div.d100').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); </script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arfahhusaifah.com/2009/12/bertahan-dari-tsunami-kisah-kisah-harapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cermin Indah Buat Sinema Aceh</title>
		<link>http://arfahhusaifah.com/2009/12/cermin-indah-buat-sinema-aceh/</link>
		<comments>http://arfahhusaifah.com/2009/12/cermin-indah-buat-sinema-aceh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 22:26:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cutlem2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[aneuk nanggroe]]></category>
		<category><![CDATA[cermin indah]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza 2009]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Sinema Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Syariat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[syeudara loen]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arfahhusaifah.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Sinema Aceh pasca tsunami, konflik dan damai mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Tapi dari sekian banyak produk sinema aneuk nanggroe, belum ada satupun yang mampu mewakili kehidupan masyarakat Aceh yang hidup dalam naungan Syariat Islam. Padahal, kehidupan masyarakat Aceh sangat kaya akan Inspirasi Kehidupan.  Yang jika diangkat ke layar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sinema Aceh</strong> pasca tsunami, konflik dan damai mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Tapi dari sekian banyak produk sinema <strong>aneuk nanggroe</strong>, belum ada satupun yang mampu mewakili kehidupan masyarakat Aceh yang hidup dalam naungan <strong>Syariat Islam</strong>. Padahal, kehidupan masyarakat Aceh sangat kaya akan <a href="http://arfahhusaifah.com" target="_blank"><strong>Inspirasi Kehidupan</strong></a>.  Yang jika diangkat ke layar sinema, pasti akan mendapat apresiasi dan sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Sebagai contoh adalah sinema/film yang berjudul<strong> <a href="http://arfahhusaifah.com" target="_blank">&#8220;Gaza 2009&#8243;</a></strong><strong> </strong>yang memenangi Cairo International Film Festival 2009 bulan November yang lalu, sebagaimana diberitakan oleh eramuslim.com.</p>
<p>Semoga dengan membaca berita di bawah ini, <em>syeudara loen</em> terinspirasi, dan bisa menjadikannya sebagai <strong>cermin indah</strong> buat produk sinema Aceh ke depan. Selamat Membaca!</p>
<p><strong>&#8220;Gaza 2009&#8243; Menangkan Cairo International Film Festival 2009</strong></p>
<p>Film berjudul &#8220;Gaza 2009&#8243; keluar sebagai pemenang pada Festival Film Internasional Kairo (Mahrajan al-Qahirah as-Sinima&#8217;i ad-Duwali/Cairo International Film Festival) 2009 yang digelar selama pekan terakhir bulan November kemarin.</p>
<p>Film produksi <em>Syirkah Filasthin li al-Intaj al-I&#8217;lami </em>(PMP), Gaza, itu keluar sebagai pemenang setelah menyisihkan 400 film Arab lainnya yang ikut serta dalam festival tersebut.</p>
<p>&#8220;Gaza 2009&#8243; merupakan film-romantika yang sarat akan pesan kemanusiaan. Kisahnya benar-benar menguras air mata dan menggugah emosi siapapun yang menontonnya. Betapa tidak, film tersebut menceritakan tentang potret kehidupan warga Palestina yang menyayat hati di bawah pendudukan Israel, khususnya di wilayah Jalur Gaza yang mengalami blokade selama beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Di tengah kondisi yang mengenaskan itu, mencuatlah kisah cinta seorang pemuda-Muslim dari Gaza dengan seorang gadis-Yahudi dari Nazaret,  Israel. Pemuda Gaza itu bekerja di Nazaret, dan di kota kelahiran Isa al-Masih itulah keduanya berkenalan dan saling memadu kasih. Keduanya pun lantas menikah, setelah si gadis memeluk Islam dan ikut suaminya ke Gaza yang nelangsa.</p>
<p>Tentu saja, sejuntai problem perbedaan dua identitas menjuntai dan menghiasi lika-liku kehidupan mereka pasca menikah, dan setelah mempunyai buah hati sebanyak enam anak. Sebagian dari anak-anak mereka, misalnya, justru bercakap dalam bahasa Ibrani, belajar Talmud dan Taurat di Israel.</p>
<p>Sutradara film, Musthafa an-Nabih, berwarganegara Palestina, menyatakan jika kisah film &#8220;Gaza 2009&#8243; sendiri diilhami dari kisah nyata. Dikatakannya, problem dan konflim mulai muncul dalam kehidupan dua sejoli itu setelah delapan tahun usia pernikahan mereka.</p>
<p>Problem tersebut berpangkal dari keadaan kehidupan di Gaza yang serba sulit pasca blokade Israel. Bisa dibayangkan, pasca blokade itu, Gaza benar-benar seperti wilayah purba: tak ada air bersih, bahan bakar, pasokan makanan, obat-obatan, dan listrik. Bisa dibayangkan betapa mengerikannya kehidupan di sana. Sang istri rupanya merasa tak kuasa hidup di tengah kondisi kehidupan yang benar-benar sengsara seperti itu.</p>
<p>Sang istri pun memutuskan untuk kembali ke Nazaret, kampung halaman asalnya. Ia pun kabur bersama tiga orang anaknya, sementara tiga anak lainnya tinggal bersama si bapak di Gaza. Dua dari tiga anak mereka yang kemudian hidup bersama bapaknya adalah si kembar-bungsu yang baru berusia 27 hari, salah satunya bahkan cacat.</p>
<p>Di Nazaret, si istri dan ketiga anak yang dibawanya, yang paling besar bernama Yasmin (9 tahun), dan menjadi salah satu tokoh utama di film tersebut, kembali memeluk agama Yahudi, sekaligus semua anaknya.</p>
<p>Penderitaan si lelaki tak hanya berhenti sampai di sana saja. Dinas intelejen Israel memaksanya untuk meninggalkan semua anaknya, untuk diboyong ke wilayah negeri itu dan menjadi warga negara Israel. Puncaknya, di hari terakhir penyerbuan Israel ke Gaza di awal tahun lalu, lelaki itu pun mati dirajam peluru dan roket pesawat Israel.</p>
<p>An-Nabih, sang sutradara, bercerita bahwa pasca berakhirnya agresi Israel ke Gaza di awal tahun yang lalu, pihaknya segera mengunjungi wilayah tersebut, untuk membuat film dokumenter. Saat itu, secara tak sengaja ia mendengar kisah Yasmin dan keluarga Gaza-Palestina dan Nazaret-Israel ini.</p>
<p>&#8220;Saat mengunjungi Gaza setelah agresi Israel berakhir, saya mendengar kisah Yasmin yang dibawa kabur oleh ibunya dari Gaza. Keluarga ini pun terpecah, menjadi keluarga Muslim dan Yahudi,&#8221; kata an-Nabih.</p>
<p>Ditambahkan oleh seniman kenamaan Palestina itu, pesan utama dari film garapannya adalah nilai-nilai kemanusiaan. &#8220;Di film itu, kami ingin menyuguhkan kisah kemanusiaan, yang sangat nyata, dan sangat memukul. Betapa sebuah keluarga yang mulanya harmonis menjadi hancur dan menjadi terbelah,&#8221; terang an-Nabih.</p>
<p>Sebelumnya, film &#8220;Gaza 2009&#8243; juga menjadi pemenang kategori film dokumenter pada Festival Film Arab yang digelar di Tunisia belum lama ini.</p>
<p>Untuk maklumat lebih jauh tentang film Gaza 2009, dapat diakses di situs produser film tersebut, yaitu <a href="http://www.pmptv.tv/">www.pmptv.tv</a>.</p>
<p>Dari saudara kalian: <a href="http://arfahhusaifah.com" target="_blank">Arfah Husaifah</a></p>
<!-- Social Bookmarks BEGIN -->
<div class="social_bookmark">
<a title="Click me to see the sites." href="#" onclick="$$('div.d26').each( function(e) { e.visualEffect('slide_down',{duration:2.5}) }); return false;"><strong><em>Bookmark It</em></strong></a>
<br />
<div class="d26" style="overflow:hidden">
<br />
<a onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes,menubar=no,height=600,width=750,resizable=yes,toolbar=no,location=no,status=no'); return false;" href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Farfahhusaifah.com%2F2009%2F12%2Fcermin-indah-buat-sinema-aceh%2F" rel="nofollow" title="Add to&nbsp;Facebook"><img class="social_img" src="http://arfahhusaifah.com/wp-content/plugins/social-bookmarks/images/facebook.png" title="Add to&nbsp;Facebook" alt="Add to&nbsp;Facebook" /></a>
<br />
<br />
<a style="font-size:90%;text-align: right; " title="Click me to hide the sites." href="#" onclick="$$('div.d26').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); return false;">Hide Sites</a>
</div>
</div>
<!-- Social Bookmarks END -->
<script type="text/javascript">$$('div.d26').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); </script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arfahhusaifah.com/2009/12/cermin-indah-buat-sinema-aceh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kabupaten Nagan Raya</title>
		<link>http://arfahhusaifah.com/2009/12/sejarah-kabupaten-nagan-raya/</link>
		<comments>http://arfahhusaifah.com/2009/12/sejarah-kabupaten-nagan-raya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 11:55:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cutlem2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Aceh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arfahhusaifah.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini saya kutip dari website kawan saya Saudara Ardiansyah, atau biasa disapa Bang Ardi Nara. Beliau adalah Founder Radio Nara FM. Saat ini saya berada di Kabupaten Nagan Raya, dan tertarik untuk mengetahui lebih jauh walaupun secara singkat mengenai sejarah Kab. Nagan Raya. Dan agar informasi ini bisa tersebar, maka saya juga ikut mempostingnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini saya kutip dari website kawan saya Saudara Ardiansyah, atau biasa disapa Bang Ardi Nara. Beliau adalah Founder Radio Nara FM. Saat ini saya berada di Kabupaten Nagan Raya, dan tertarik untuk mengetahui lebih jauh walaupun secara singkat mengenai sejarah Kab. Nagan Raya. Dan agar informasi ini bisa tersebar, maka saya juga ikut mempostingnya di artikel saya ini. Harapan saya sederhana, artikel ini bisa menambah wawasan Anda tentang kabupaten yang satu ini. Selamat membaca.</p>
<p><strong><span style="font-size: 11pt;">Nagan Raya Dalam Lintas  						Sejarah Aceh</span></strong></p>
<p>Kabupaten Nagan Raya adalah bagian dari Propinsi  						Nanggroe Aceh Darusalam lahir, dan berkembang, bergerak  						secara dinamis mengikuti alunan irama alam dan kehidupan  						dari sebuah peradaban. Ada banyak hikayat tentang Nagan  						Raya,namum semua itu masih cukup banyak yang tercecer di  						tengah tengah keramaian perkembangan zaman yang sedang  						dilakoni oleh anak manusia dengan membangun sebuah  						peradaban baru.</p>
<p>Selama ini masih sangat cukup sulit bagi kita untuk  						mengetahui sejarah atau apa saja yang pernah ada dimasa  						lalu, melalui beberapa pengumpulan data yang kami ambil  						sehingga kami dapat menulis bagian yang tercecer  						tersebut, data yang ada dalam tulisan ini kami ambil  						dari http://ms.wikipedia.org dan beberapa sumber kami.</p>
<p><strong>Masa kesultanan Aceh</strong><br />
Pada masa kesultanan aceh terdiri dari berbagai wilayah  						dari timur sampai kebarat, Wilayah bagian barat Kerajaan  						Aceh Darussalam mulai dibuka dan dibangun pada abad  						ke-16 atas prakarsa Sultan Saidil Mukamil (Sultan Aceh  						yang hidup antara tahun 1588-1604), kemudian dilanjutkan  						oleh Sultan Iskandar Muda (Sultan Aceh yang hidup tahun  						1607-1636) dengan mendatangkan orang-orang Aceh Rayeuk  						dan Pidie. Jadi diwilayah pesisir barat aceh teruama di  						Nagan Raya cukup banyak masyarakat yang keturunan dari  						kabupaten pidie.</p>
<p>Daerah ramai pertama adalah di teluk Meulaboh (Pasi  						Karam) yang diperintah oleh seorang raja yang bergelar  						Teuku Keujruen Meulaboh, dan Negeri Daya (Kecamatan Jaya)  						yang pada akhir abad ke-15 telah berdiri sebuah kerajaan  						dengan rajanya adalah Sultan Salatin Alaidin Riayat Syah  						dengan gelar Poteu Meureuhom Daya.</p>
<p>Dari perkembangan selanjutnya, wilayah Aceh Barat  						diakhir abad ke-17 telah berkembang menjadi beberapa  						kerajaan kecil yang dipimpin oleh Uleebalang, yaitu :  						Kluang; Lamno; Kuala Lambeusoe; Kuala Daya; Kuala Unga;  						Babah Awe; Krueng No; Cara&#8217; Mon; Lhok Kruet; Babah Nipah;  						Lageun; Lhok Geulumpang; Rameue; Lhok Rigaih; Krueng  						Sabee; Teunom; Panga; Woyla; Bubon; Lhok Bubon; Meulaboh; 						<span style="color: #ff0000;"><em>Seunagan; Tripa; Seuneu&#8217;am;  						Beutong</em></span> (Berada Di Nagan Raya) Tungkop;;  						Pameue; Teupah (Tapah); Simeulue; Salang; Leukon;  						Sigulai.</p>
<p><strong>Penjajahan Belanda</strong><br />
Dimasa penjajahan Belanda, melalui suatu perjanjian (Korte  						Verklaring), diakui bahwa masing-masing Uleebalang dapat  						menjalankan pemerintahan sendiri (Zelfsbestuur) atau  						swaparaja (landschap). Oleh Belanda Kerajaan Aceh  						dibentuk menjadi Gouvernement Atjeh en Onderhorigheden (Gubernemen  						Aceh dan Daerah Taklukannya) dan selanjutnya dengan  						dibentuknya Gouvernement Sumatera, Aceh dijadikan  						Keresidenan yang dibagi atas beberapa wilayah yang  						disebut afdeeling (propinsi) dan afdeeling dibagi lagi  						atas beberapa onderafdeeling (kabupaten) dan  						onderafdeeling dibagi menjadi beberapa landschap (kecamatan).</p>
<p><strong>Karesidenan Aceh</strong><br />
Seluruh wilayah Keresidenan Aceh dibagi menjadi 4 (empat)  						afdeeling yang salah satunya adalah Afdeeling Westkust  						van Atjeh atau Aceh Barat dengan ibukotanya Meulaboh.  						Afdeeling Westkust van Atjeh (Aceh Barat) merupakan  						suatu daerah administratif yang meliputi wilayah  						sepanjang pantai barat Aceh, dari gunung Geurutee sampai  						daerah Singkil dan kepulauan Simeulue serta dibagi  						menjadi 6 (enam) onderafdeeling, yaitu :</p>
<p>Meulaboh dengan ibukota Meulaboh dengan Landschappennya  						Kaway XVI, Woyla, Bubon, Lhok Bubon, Seunagan, Seuneu&#8217;am,  						Beutong,(Berada Di Nagan Raya) Tungkop dan Pameue;  						Tjalang dengan ibukota Tjalang (dan sebelum tahun 1910  						ibukotanya adalah Lhok Kruet) dengan Landschappennya  						Keluang, Kuala Daya, Lambeusoi, Kuala Unga, Lhok Kruet,  						Patek, Lageun, Rigaih, Krueng Sabee dan Teunom;<br />
Tapaktuan dengan ibukota Tapak Tuan; Simeulue dengan  						ibukota Sinabang dengan Landschappennya Teupah, Simalur,  						Salang, Leukon dan Sigulai; Zuid Atjeh dengan ibukota  						Bakongan; Singkil dengan ibukota Singkil.</p>
<p><strong>Penjajahan Jepang</strong><br />
Di zaman penjajahan Jepang (1942 &#8211; 1945) struktur  						wilayah administrasi ini tidak banyak berubah kecuali  						penggantian nama dalam bahasa Jepang, seperti Afdeeling  						mejadi Bunsyu yang dikepalai oleh Bunsyucho,  						Onderafdeeling menjadi Gun yang dikepalai oleh Guncho  						dan Landschap menjadi Son yang dikepalai oleh Soncho.</p>
<p><strong>Masa kemerdekaan</strong><br />
Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,  						berdasarkan Undang-undang Nomor 7 (Drt) Tahun 1956  						tentang pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-kabupaten  						dalam lingkungan Propinsi Sumatera Utara, wilayah Aceh  						Barat dimekarkan mejadi 2 (dua) Kabupaten yaitu  						Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Aceh Selatan.  						Kabupaten Aceh Barat dengan Ibukota Meulaboh terdiri  						dari tiga wilayah yaitu Meulaboh, Calang dan Simeulue,  						dengan jumlah kecamatan sebanyak 19 (sembilan belas)  						Kecamatan yaitu Kaway XVI; Johan Pahlwan; Seunagan;  						Kuala; Beutong; Darul Makmur; Samatiga; Woyla; Sungai  						Mas; Teunom; Krueng Sabee; Setia Bakti; Sampoi Niet;  						Jaya; Simeulue Timur; Simeulue Tengah; Simeulue Barat;  						Teupah Selatan dan Salang. Sedangkan Kabupaten Aceh  						Selatan, meliputi wilayah Tapak Tuan, Bakongan dan  						Singkil dengan ibukotanya Tapak Tuan. Saat ada upaya  						yang dilakukan untuk menjadikan aceh bagian dari  						propinsi Sumatra Utara.</p>
<p><strong>Pemekaran 1996</strong><br />
Pada Tahun 1996 Kabupaten Aceh Barat dimekarkan lagi  						menjadi 2 (dua) Kabupaten, yaitu Kabupaten Aceh Barat  						meliputi kecamatan Kaway XVI; Johan Pahlwan; Seunagan;  						Kuala; Beutong; Darul Makmur; Samatiga; Woyla; Sungai  						Mas; Teunom; Krueng Sabee; Setia Bakti; Sampoi Niet;  						Jaya dengan ibukotanya Meulaboh dan Kabupaten  						Adminstrtif Simeulue meliputi kecamatan Simeulue Timur;  						Simeulue Tengah; Simeulue Barat; Teupah Selatan dan  						Salang dengan ibukotanya Sinabang.</p>
<p><strong>Pemekaran 2000</strong><br />
Kemudian pada tahun 2000 berdasarkan Peraturan Daerah  						Nomor 5, Kabupaten Aceh Barat dimekarkan dengan menambah  						6 (enam) kecamatan baru yaitu Kecamatan Panga; Arongan  						Lambalek; Bubon; Pantee Ceureumen; Meureubo dan Seunagan  						Timur. Dengan pemekaran ini Kabupaten Aceh Barat  						memiliki 20 (dua puluh) Kecamatan, 7 (tujuh) Kelurahan  						dan 207 Desa.</p>
<p><strong>Pemekaran 2002</strong><br />
Selanjutnya pada tahun 2002 kabupaten Aceh Barat daratan  						yang luasnya 1.010.466 Ha, kini telah dimekarkan menjadi  						tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten  						Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Barat dengan  						dikeluarkannya Undang-undang N0.4 Tahun 2002</p>
<p>Kabupaten Nagan Raya adalah sebuah kabupaten di provinsi  						Nanggroe Aceh Darussalam. Ibukotanya Suka Makmue, yang  						berjarak sekitar 287 km atau 8 jam perjalanan dari Banda  						Aceh. Kabupaten ini berdiri berdasarkan UU Nomor 4 Tahun  						2002 tanggal 2 Juli 2002 sebagai hasil pemekaran  						Kabupaten Aceh Barat.</p>
<p>Berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten  						Aceh Barat di utara, Kabupaten Aceh Barat di barat,  						Kabupaten Aceh Barat Daya dan Samudra Hindia di selatan,  						dan Kabupaten Gayo Lues serta Kabupaten Aceh Barat Daya  						di timur.</p>
<p>Kata Nagan merupakan kependekan dari Seunagan yang  						menunjukkan lima kecamatan hasil pemekaran, sedang Raya  						berarti besar. Dari sini mungkin diharapkan kelima  						kecamatan ini akan jadi besar kelak di kemudian hari.</p>
<p><strong>Nagan Raya terdiri dari 5 kecamatan :<br />
</strong><br />
Kecamatan Beutong<br />
Kecamatan Darul Makmur<br />
Kecamatan Kuala<br />
Kecamatan Seunagan<br />
Kecamatan Seunagan Timur</p>
<p>Kabupaten Nagan Raya berada di pantai barat Sumatra yang  						subur dan sangat cocok bagi pertanian, khususnya padi  						yang terpusat di kecamatan Seunagan, Seunagan Timur dan  						Beutong karena ditunjang oleh Krueng Beutong dan Krueng  						Nagan yang mengalir di wilayah tersebut. Potensi lainnya  						adalah usaha peternakan dan perkebunan terutama kelapa  						sawit. Karena sumber daya pertaniannya yang melimpah,  						maka Nagan Raya yang merupakan tempat tragedi Beutong  						Ateuh ini dikenal sebagai salah satu lumbung beras utama  						di Aceh.</p>
<p>Diposting oleh: <a href="http://arfahhusaifah.com" target="_blank">Arfah Husaifah</a></p>
<!-- Social Bookmarks BEGIN -->
<div class="social_bookmark">
<a title="Click me to see the sites." href="#" onclick="$$('div.d21').each( function(e) { e.visualEffect('slide_down',{duration:2.5}) }); return false;"><strong><em>Bookmark It</em></strong></a>
<br />
<div class="d21" style="overflow:hidden">
<br />
<a onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes,menubar=no,height=600,width=750,resizable=yes,toolbar=no,location=no,status=no'); return false;" href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Farfahhusaifah.com%2F2009%2F12%2Fsejarah-kabupaten-nagan-raya%2F" rel="nofollow" title="Add to&nbsp;Facebook"><img class="social_img" src="http://arfahhusaifah.com/wp-content/plugins/social-bookmarks/images/facebook.png" title="Add to&nbsp;Facebook" alt="Add to&nbsp;Facebook" /></a>
<br />
<br />
<a style="font-size:90%;text-align: right; " title="Click me to hide the sites." href="#" onclick="$$('div.d21').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); return false;">Hide Sites</a>
</div>
</div>
<!-- Social Bookmarks END -->
<script type="text/javascript">$$('div.d21').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); </script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arfahhusaifah.com/2009/12/sejarah-kabupaten-nagan-raya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aceh Barat akan Mengadakan Seminar Nasional tentang Format Ideal Busana Islami</title>
		<link>http://arfahhusaifah.com/2009/12/aceh-barat-akan-mengadakan-seminar-nasional-tentang-format-ideal-busana-islami/</link>
		<comments>http://arfahhusaifah.com/2009/12/aceh-barat-akan-mengadakan-seminar-nasional-tentang-format-ideal-busana-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 16:55:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cutlem2009</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Banda Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Aceh Barat]]></category>
		<category><![CDATA[busana islami]]></category>
		<category><![CDATA[seminar nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Serambi]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Unsyiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arfahhusaifah.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Berita Aceh- .“Guna membahas format ideal busana islami itu, kita akan menyelenggarakan seminar nasional dan lokakarya pada 17-19 Desember ini, dengan menghadirkan sejumlah pakar hukum Islam, baik dalam maupun dari luar Aceh,” kata Bupati Aceh Barat, Ramli MS, dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Kuala Radja, Banda Aceh, Kamis (3/12). Seminar ini diadakan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arfahhusaifah.com" target="_blank">Berita Aceh</a>- .“Guna membahas format ideal <strong>busana islami</strong> itu, kita akan menyelenggarakan seminar nasional dan lokakarya pada 17-19 Desember ini, dengan menghadirkan sejumlah pakar hukum Islam, baik dalam maupun dari luar Aceh,” kata Bupati Aceh Barat, Ramli MS, dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Kuala Radja, <strong>Banda Aceh</strong>, Kamis (3/12). Seminar ini diadakan oleh Pemkab Aceh Barat seiring dengan niat mereka untuk menerapkan aturan larangan celana panjang bagi perempuan muslim di Aceh Barat. Juga dimaksudkan untuk mencari format ideal model busana islami, yang cocok dan nyaman dipakai sehari-hari oleh masyarakat di pesisir barat Aceh itu</p>
<p>Menurut Bupati Ramli MS, pakaian yang islami yang dianjurkan untuk dipakai sehari-hari oleh masyarakat di Aceh Barat itu, nantinya, akan dibahas oleh para pakar hukum Islam dalam seminar nasional tersebut. “Setelah format ideal busana islami ditemukan, kita akan memperkuatnya dengan Keputusan Bupati untuk diterapkan di Aceh Barat,” katanya. Ramli yang didamping Ketua Panitia Pengarah <strong>Seminar Nasional</strong> dan Lokakarya Dr M Jamil Yusuf MPd mengatakan, para pakar yang akan membahas format pakaian islami itu masing-masing, Prof Dr H Rusydi Ali Muhammad SH (pakar hukum Islam), Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA (Ketua MPU Aceh), Prof Dr H Juhaya S Pradja (pakar hukum Islam dari UIN), dan Prof Dr Syahrizal Abbas MA (pakar hukum Islam dari IAIN Ar-Raniry).</p>
<p>Selain itu, katanya, untuk subtema kaum perempuan dan fleksibelitas penerapan model busana Islami akan dibahas oleh Eka Srimulyani, P.hd dari IAIN Ar-Raniry dan Dra Mukhirah (pakar tata busana FKIP <strong>Unsyiah</strong>). Sedangkan untuk subtema implementasi dan sosialisasi busana Islami dipaparkan oleh Dr M Jamil Yusuf MPd, dan Dr Muhibbuthabary MAg. Dijelaskannya, apa yang terekpos selama ini bahwa syariat Islam di Aceh Barat menakutkan, tidak benar. Memang pihaknya komit untuk penegakan syariat Islam terutama dalam hal berbusana. Namun, bagaimana corak, serta pakaian yang tepat digunakan untuk petugas medis, aparat hukum, para PNS akan diatur sedemikian rupa. “Ini semua, nanti akan dibahas dalam seminar itu,” ujarnya.</p>
<p>Ia mengatakan, syariat Islam bukan persoalan baru di Aceh. Ia ingin mengubah gambaran dan wajah <strong>Aceh Barat</strong>, di mana nantinya nuansa islami benar-benar terlihat kental di Bumi Teuku Umar itu. Tahap awal untuk tingkat instansi pemerintah sudah berjalan dan sekarang tinggal implementasi di kalangan masyarakat. “Kami melakukan ini semua menyikapi surat dari MPU setempat yang berharap syariat Islam tegak di Aceh Barat,” tegasnya.</p>
<p><strong>Aceh Barat sebagai pelopor</strong><br />
Menjawab pertanyaan wartawan<em> </em>tentang pengguntingan celana bagi kaum perempuan yang selama ini marak diberitakan, Ramli mengatakan tidak sampai ke arah itu. Para petugas di lapangan, saat ini masih persuasif dengan cara mengingatkan kaum perempuan agar memakai pakaian yang islami. “Bagi mereka yang kedapatan satu kali diperingatkan untuk mengganti, dua kali ditilang dan untuk ketiga kali dikenakan sanksi,” ujarnya. Sementara itu, upaya Pemkab Aceh Barat menegakkan syariat Islam mendapat dukungan dari para ulama. Mayoritas <strong>ulama</strong> yang hadir dalam forum muzakarah MPU Aceh, mendukung kebijakan bupati Aceh Barat.</p>
<p>Mereka berharap, apa yang telah dilakukan oleh Ramli MS menjadi contoh serta ditiru oleh daerah lain. Ulama Aceh, Tgk H Muhammad Nuruzzahri (Waled Nu) menyambut baik gagasan bupati Aceh Barat. Ia berharap, gebrakan Ramli MS menjadi contoh bagi daerah lain. “Aceh Barat sebagai pelopor,” katanya. Hal yang sama diutarakan oleh Tgk M Nasir Waly. Aceh telah punya UU khusus dan dengan hak ini Aceh bisa kembali pada zaman dahulu bahwa Aceh tidak bisa dipisahkan dari agama. “Kita punya payung hukum,” ujarnya. Demikian pula dengan Abu Panton, yang menilai kebijakan Bupati Ramli MS sudah tepat. Saat ini tinggal menunggu kebijakan dari daerah lain yang akan ikut menerapkan syariat Islam. “Agar semua bupati sama dengan bupati Aceh Barat. Kita berharap syariat Islam bisa berjalan sesuai dengan akidah yang benar dan ber-ahlussunnah wal jamaah,” katanya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang lain, Bupati Aceh Barat juga menyampaikan hal yang sama, yakni memohon dukungan sehingga jangan ada orang Islam yang mematahkan semangatnya untuk penegakan syariat Islam. Sebagaimana yang beliau sampaikan ketika menjadi pembicara dalam muzakarah Ulama Aceh, beberapa saat sebelumnya. <a href="http://arfahhusaifah.com" target="_blank">Berita Aceh</a>.</p>
<!-- Social Bookmarks BEGIN -->
<div class="social_bookmark">
<a title="Click me to see the sites." href="#" onclick="$$('div.d16').each( function(e) { e.visualEffect('slide_down',{duration:2.5}) }); return false;"><strong><em>Bookmark It</em></strong></a>
<br />
<div class="d16" style="overflow:hidden">
<br />
<a onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes,menubar=no,height=600,width=750,resizable=yes,toolbar=no,location=no,status=no'); return false;" href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Farfahhusaifah.com%2F2009%2F12%2Faceh-barat-akan-mengadakan-seminar-nasional-tentang-format-ideal-busana-islami%2F" rel="nofollow" title="Add to&nbsp;Facebook"><img class="social_img" src="http://arfahhusaifah.com/wp-content/plugins/social-bookmarks/images/facebook.png" title="Add to&nbsp;Facebook" alt="Add to&nbsp;Facebook" /></a>
<br />
<br />
<a style="font-size:90%;text-align: right; " title="Click me to hide the sites." href="#" onclick="$$('div.d16').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); return false;">Hide Sites</a>
</div>
</div>
<!-- Social Bookmarks END -->
<script type="text/javascript">$$('div.d16').each( function(e) { e.visualEffect('slide_up',{duration:0.5}) }); </script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arfahhusaifah.com/2009/12/aceh-barat-akan-mengadakan-seminar-nasional-tentang-format-ideal-busana-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
